Garap kereta cepat Jakarta-Surabaya, Jokowi pilih gandeng Jepang

Kamis, 27 Juli 2017 | 11:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo diperkirakan bakal memprioritaskan Jepang untuk menggarap kereta cepat Jakarta-Surabaya yang saat ini kajiannya tengah dilaksanakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mendampingi Jokowi dalam bertemu delegasi JICA di kompleks istana kepresidenan pada Rabu (26/7/2017).

"Tadi Presiden sudah oke, preferensinya Jepang," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai mendampingi Jokowi dalam bertemu delegasi JICA di kompleks Istana Negara.

Tak hanya kereta cepat, pertemuan itu pun membicarakan dua proyek lain yang dikerjakan bersama, yaitu Pelabuhan Patimban dan Mass Rapid Transportation (MRT) fase Timur ke Barat. Jokowi pun meminta proses ketiga proyek tersebut dipercepat.

"Tadi ditambahkan juga mengenai tol Trans Sumatera. Tapi untuk tol Trans Sumatera kan perlu jaminan pemerintah, tadi Menteri Keuangan sudah jawab oke. Mungkin nanti ruas yang ditawarkan adalah Padang-Pekanbaru sepanjang 240 kilometer (km)," katanya.

Melengkapi ucapan Basuki, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Jepang memiliki hak penawar terbaik (right-to-match) di dalam lelang kereta cepat karena berperan serta di dalam kajian studi kelayakan kereta cepat.

Adapun saat ini, kajian kereta cepat Jakarta-Surabaya masih dikerjakan JICA dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Rencananya, kajian ini akan selesai pada bulan Agustus mendatang.

Namun, ada kemungkinan hasil kajian ikut berubah setelah Jepang mempertimbangkan desain jalur rel yang baru. Selain itu, Jepang juga menakar penggunaan tenaga diesel atau listrik demi menghidupkan kereta tersebut. "Ini lagi dihitung oleh mereka, apa pakai electric atau diesel. Mungkin bulan depan sudah bisa terlihat," jelas Luhut. kbc10

Bagikan artikel ini: