Jual mi instan, Indofood kemas laba Rp3,07 triliun di semester I

Jum'at, 28 Juli 2017 | 19:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten makanan dan minuman PT Indofood Sukses Makmur Tbk. mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,6% pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan emiten dengan kode saham INDF yang terbit Jumat (28/7/2017) ini, pendapatan perseroan tercatat senilai Rp35,65 triliun, meningkat 4,6% dibandingkan Rp34,08 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, peningkatan pendapatan diikuti pula oleh peningkatan beban secara proporsional sehingga kinerja keuangan perseroan seluruhnya positif pada paruh pertama tahun ini.

Perseroan membukukan laba bruto senilai Rp10,2 triliun, meningkat 4,1% dibandingkan Rp9,8 triliun tahun lalu. Sementara itu, laba usaha perseroan mencapai Rp4,56 triliun, meningkat 13,7% dibandingkan Rp4,01 triliun tahun lalu.

Peningkatan cukup signifikan pada laba usaha karena perseroan berhasil meningkatkan penghasilan dari operasional lain, sementara di saat yang sama menekan beban operasional lainnya.

Total laba periode berjalan perseroan mencapai Rp3,07 triliun, tumbuh 11,23% dari Rp2,76 triliun tahun lalu. Kendati demikian, laba yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu sebab total laba untuk kepentingan non pengendali cukup tinggi.

Dari total laba periode perjalan, total laba yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk atau laba bersih perseroan adalah senilai Rp2,27 triliun, meningkat tipis 1,8% dari Rp2,23 triliun pada tahun lalu. Margin laba bersih perseroan pun turun tipis dari semula 6,5% menjadi 6,4% tahun ini.

Dalam keterangan pers yang disampaikan terpisah, Anthoni Salim, Direktur Utama INDF mengatakan perseroan masih mampu membukkukan pertumbuhan yang baik di tahun ini, padahal tingkat pertumbuhan permintaan atas produk fast moving consumer goods tengah melambat.

Menurutnya, pertumbuhan perseroan yang cukup baik tahun ini terutama didukung oleh meningkatnya kinerja dari grup agribisnis. “ Peningkatan ini didorong oleh kenaikan tingkat produksi CPO dan harga jual produk sawit. Kami senang bahwa model bisnis kami dapat terus menunjukkan ketangguhannya,” katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: