BPJS Ketenagakerjaan incar 100 ribu peserta dari TKI di 2017

Senin, 31 Juli 2017 | 16:24 WIB ET

TULUNGAGUNG, kabarbisnis.com: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membidik 18,5 juta peserta baru di tahun ini. Dari target peserta baru tersebut, setidaknya 100 ribu peserta bakal didatangkan dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Bidikan peserta baru yang datang dari TKI tercermin dari program Transformasi Pelindungan Jaminan Sosial bagi para TKI yang resmi diluncurkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Hingga saat ini, menurut Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis, secara total jumlah peserta BPSJ Ketenagakerjaan mencapai 48 juta orang. Sedangkan peserta yang aktif membayar iuran hanya sebanyak 23,8 juta orang.

"Sekarang ada 48 juta (orang). Kalau yang rutin bayar iuran hampir 24 juta," kata Ilyas pada acara 'Launching Transformasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi TKI oleh Kemenaker' di Pendopo Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (30/7/2017).

Pada tahun ini, Ilyas mengaku, BPJS Ketenagakerjaan membidik 18,5 juta peserta baru. Dengan adanya tambahan itu, maka jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mencapai 66,5 juta peserta hingga akhir 2017.

Sementara itu, dari program perlindungan jaminan sosial yang dikhususkan bagi TKI akan ada tambahan 200 ribu orang peserta baru tiap tahunnya. Tapi, untuk tahun ini yang hanya tersisa 6 bulan lamanya, maka hanya ada tambahan 100 ribu peserta baru yang datang dari TKI.

"Karena program TKI baru berjalan 1 Agustus 2017, maka hanya ada tambahan 100 ribu peserta baru dari TKI di tahun ini. Ke depan 200 ribu peserta baru tiap tahunnya yang dibidik, kalau secara bulanan hampir 15 ribu," pungkas Ilyas. kbc10

Bagikan artikel ini: