Jadi penyebab kematian terbesar, Kalbe Nutrion ingatkan bahaya sakit jantung

Senin, 7 Agustus 2017 | 16:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalbe Nutrisionals berkomitmen mendukung pemerintah untuk menurunkan angka penderita jantung. Untuk itu, melalui perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan produk nutrisi ini telah melakukan kampanya gerakan jantung sehat sejak tahun lalu. Selain itu, Kalbe Nutrisionals juga telah mengeluarkan inovasi produk yang ditujukan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga bisa meminimalisir tingkat resiko terserang jantung koroner..

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, Lily S Sulistyowati mengatakan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Data dari Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 12,9% kematian di Indonesia, diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, dan hal ini berpotensi untuk terus meningkat setiap tahunnya.

“Penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner, terutama di Indonesia adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (6/8/2017).

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, 42% atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari atau, 1 dari 4 penduduk menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menunjukkan bahwa gaya hidup sedentary adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas. Jika gaya hidup sedentary diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung.

“Hidup sehat yang dimaksud adalah gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga, menerapkan pola makan  seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol serta kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman beralkohol. Hal ini efektif bantu mencegah factor risiko utama penyakit jantung yang meliputi diabetes mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi,” tambahnya.

Untuk itu Kementerian Kesehatan menghimbau seluruh komponen bangsa baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian factor risiko penyakit jantung koroner, sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan karena penyakit jantung koroner di Indonesia dapat diturunkan.

“Kolesterol  dan penyakit kardiovaskuler juga terkait oleh proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah dan gangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke. Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” jelas Pengasuh Redaksi Medis dari Klikdokter.com serta spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A. Damay.

Dan Kalbe Nutritionals menurutnya memiliki portfolio pangan fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), melalui brandnya Nutrive Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia. Plant Stanol Ester merupakan bahan aktif yang mampu memberikan manfaat kesehatan.

“Ini, telah teruji di lebih dari 70 uji klinis dengan latar konsumen berbeda mampu menurunkan kolesterol hingga 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu,” kata Senior Manager Nutrive Benecol, Donny Bambang Iryanto.

Menurut penjelasannya, Plant Stanol Ester adalah senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol sehingga mampu menggantikan kolesterol dalam proses penyerapan di usus. Kesamaan bentuk molekul antara Plant Stanol Ester dan kolesterol, menjadikan proses penyerapan kolesterol oleh usus tergantikan. Artinya, proses penyerapan kolesterol akan berkurang, karena tergantikan oleh Plant Stanol Ester.

Selain itu, melalui kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017, Nutrive Benecol mengajak masyarakat Indonesia untuk bahu membahu dalam menurunkan risiko jantung koroner melalui Gerakan Jantung Sehat, yaitu mengenal, menurunkan dan mengontrol kolesterol, dengan gaya hidup TANGKAL yang terdiri dari 7 Langkah Tangkal Kolesterol yaitu Teratur periksa kolesterol, Awasi asupan dan polamakan, Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, Giat Berolahraga dengan senam B-FIT, Kendalikan berat badan dan hindari stress, Awasi tekanan darah dan Lengkapi dengan NutriveBenecol dua kali sehari.

“Rangkaian edukasi ini disusun untuk merubah pola pikir melalui seminar mengenai stress oksidatif, memperbaiki pola makan melalui demo masak bersama ahli gizi dan menerapkan pola aktivitas fisik yang dipimpin melalui gerakan senamB-FIT 2.0 yang bermanfaat untuk membakar kolesterol, merelaksasi tubuh (mengurangi stres), membakar kalori dan memperbaiki postur tubuh,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: