Pemerintah siap rilis paket kebijakan XVI pekan depan, apa isinya?

Rabu, 9 Agustus 2017 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah segera merespons realisasi pertumbuhan ekonomi yang stagnan pada kuartal II. Respons itu berupa paket kebijakan ekonomi besar-besaran.

Pada kuartal II 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat. pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen, sama persis dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2017.

"Ya mungkin minggu depan akan kami launching. Paket 16 itu. Paket besar-besaran," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Ia menuturkan, paket kebijakan jilid 16 itu akan fokus kepada investasi. Pemerintah ingin mendorong investasi untuk memompa pertumbuhan ekonomi.

Saat ini tutur Darmin, investasi dinilai pemerintah perlu didorong lebih cepat sehingga berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengingat realisasi pertumbuhannya pada kuartal II mencapai 5,35 persen.

Melalui paket kebijakan ekonomi besar-besaran, pemerintah mengungkapkan akan mencoba mendorong pertumbuhan investasi mencapai 5,8 persen.

Sumbangsih investasi kepada pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai 31,3 persen. Hanya kalah dari konsumsi rumah tangga yang sumbangsihnya mencapai 55,6 persen.

Selama ini tutur Darmin, masih banyak investor yang mengeluhkan berbagai masalah investasi meski sudah ada sejumlah paket kebijakan.

Oleh karena itu, ia menuturkan paket kebijakan besar-besaran ini tidak hanya mencakup pemerintah pusat namun juga pemerintah daerah. Meski begitu, ia mengakui bahwa persoalan tidak hanya ada di investasi namun juga konsumsi pemerintah.

Pada kuartal II 2017, konsumsi pemerintah justru anjlok minus 1,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Ke depan harus meningkatkan upaya mendorong investasi. Karena yang paling bisa ya itu. Di samping mendorong APBN, mudah-mudahan tidak memburuk lagi konsumsi pemerintah," kata Darmin. kbc10

Bagikan artikel ini: