Semen Indonesia siap operasikan pembangkit listrik bertenaga gas buang di Pabrik Tuban

Rabu, 16 Agustus 2017 | 22:53 WIB ET

TUBAN, kabarbisnis.com: Produsen semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk siap mengoperasikan pembangkit listrik  bertenaga gas buang atau Waste Heat Recovery Power Generator (WHRPG) di Pabrik Semen Gresik di Kabupaten Tuban pada akhir tahun 2017. Direktur Engineering dan Project Semen Indonesia, Aunur Rosyidi, mengatakan proyek yang dikerjakan bersama dengan JFE Enginering Jepang sejak tahun 2014 ini telah memasuki tahap akhir.

“Sesuai rencana  WHRPG di Pabrik Tuban ini bisa dioperasikan pada Oktober tahun ini namun belum dengan kapasitas penuh karena baru 3 line dari 4 line produksi yang direncanakan yang sudah terkoneksi. Rencananya pada Maret 2018 nanti baru akan beroperasi penuh,” kata Aunur di sela Sosialisasi  Proyek Pembangkit Listrik  Bertenaga Gas Buang di Pabrik Semen Gresik Tuban, Rabu (16/8/2017).

Pembangkit listrik tersebut menggunakan sumber energi dari gas buang di Pabrik Tuban I sampai dengan IV dengan kapasitas produksi listrik rata–rata 28 MW. Dengan pembangunan fasilitas WHRPG di Pabrik Tuban, Semen Indonesia akan mampu menghemat konsumsi listrik sebesar 152 juta KWH pertahun dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp 120 miliar per tahun.

Selain efisiensi biaya listrik, pembangunan WHRPG di Pabrik Tuban juga mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 122.000 ton CO2 per tahun.  Sebelumnya, Semen Indonesia telah menggunakan teknologi sejenis di Pabrik Semen Padang di Indarung dengan kapasitas 8,5 MW dan telah beroperasi sejak tahun 2011.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Kerjasama Mulitilateral dan Pembiayaan dari Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Edwin Manangsang, mengatakan pembangunan WHRPG di Pabrik Tuban ini sebagian dibiayai oleh Pemerintah Jepang melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

JCM merupakan inisiatif dari Pemerintah Jepang yang mendorong organisasi-organisasi swasta Jepang untuk berinvestasi dalam kegiatan pembangunan rendah karbon di Indonesia melalui insentif.

“Proyek WHRPG di Semen Indonesia adalah kerjasama bilateral antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia yang telah dirancang sejak 3,5 tahun yang lalu. Implementasi proyek WHRPG ini merupakan upaya nyata dari kegiatan mitigasi perubahan iklim untuk penurunan emisi di Indonesia. Hal ini harus menjadi contoh kegiatan di perusahaan lain bahwa aksi nyata perubahan iklim bisa dilakukan di Indonesia,” ujar Edwin.

Edwin menambahkan, pemerintah terus mendorong perusahaan BUMN maupun swasta untuk menggunakan metode serupa dalam pemanfaatan panas buang pabrik untuk menjadi listrik. “Selain lingkungan menjadi lebih bersih, juga bisa didapatkan penghematan biaya karena berkurangnya pemakaian energi listrik dari PLN,” tuturnya.

Kepala Sekretariat JCM Indonesia, Dicky Edwin Hindarto, menambahkan dari 29 proyek JCM yang telah dan sedang diimplementasikan di Indonesia, Proyek WHRPG di Semen Indonesia ini selanjutnya bisa menjadi acuan bagi mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

Pembangunan WHRPG di Semen Indonesia merupakan proyek dengan investasi terbesar senilai US$ 50 juta dengan subsidi dari pemerintah Jepang sebesar US$ 11 juta. Total proyek yang dibiayai melalui skema JCM di Indonesia meliputi 29 proyek di berbagai sektor seperti: energi terbarukan, efisiensi energi di gedung, industri, dan manufaktur.

“Proyek-proyek ini selain mampu menurunkan emisi, diharapkan juga menjadi salah satu tolok ukur dalam upaya pencapaian kriteria pembangunan berkelanjutan dalam kegiatan mitigasi perubahan iklim. Hal ini karena setiap proyek JCM yang diterbitkan kredit karbonnya sebelumnya harus memenuhi kriteria pembangunan berkelanjutan yang dipersyaratkan,” papar Dicky. kbc8.

Bagikan artikel ini: