India kerek BM CPO, neraca ekspor RI terancam

Rabu, 23 Agustus 2017 | 20:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah India telah memutuskan untuk menaikkan tarif bea masuk (BM) minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya. Kebijakan ini tentunya harus diwaspadai.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya harus berhati-hati terhadap neraca perdagangan dengan India. Pasalnya, kenaikan BM CPO dan produk turunannya bisa berdampak pada penurunan ekspor ke negara tersebut."Saya harus hati-hati karena surplus kita kan besar banget ke sana. Nanti ada menteri urusan pangan dari India datang, kita akan bicara dan sampaikan keberatan kita," ujar Enggar di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Adapun total perdagangan Indonesia dan India sepanjang 2016 mencapai US$12,97 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$7,23 miliar. Pada Januari-Mei 2017, Indonesia masih memperoleh surplus US$4,21 miliar dari perdagangan dengan India atau naik 58,12% dari surplus periode yang sama tahun lalu.

Sebagai informasi, India telah memutuskan menaikan tarif impor untuk CPO dari 7,5% menjadi 15%. Selain itu, produk turunan CPO juga diberlakukan hal yang serupa, yakni naik dari 15% menjadi 25%.

Tidak hanya CPO, India juga menaikan BM untuk produk minyak nabati lainnya. Biaya impor produk minyak kedelai naik dari 12% menjadi 17,5% dan minyak bunga matahari naik dari 12,5% menjadi 17,5%.

Padahal, India merupakan pasar utama minyak sawit Indonesia. Pada semester I tahun ini, volume ekspor minyak sawit Indonesia ke India tercatat tumbuh siginifikan, yaitu naik 43% dari periode yang sama tahun lalu atau dari 2,6 juta ton menjadi 3,8 juta ton.“Kami akan sampaikan keberatan kita. Memang mereka sedang dalam usaha memproteksi produksi mereka, tapi kita akan bicara, harus lobi karena mereka juga protes kan kalau kita berlakukan pungutan," tukas Enggar.

Enggar menilai pihaknya akan meminta pemerintah India membatalkan kebijakan tersebut. "Sebenarnya masih tetap lebih murah ke India, tapi kalau bisa tidak naik, kenapa harus naik?" imbuhnya. kbc11

Bagikan artikel ini: