Menko Luhut minta pemulung dilibatkan dalam produk aspal limbah plastik

Senin, 18 September 2017 | 15:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah kembali menggunakan sampah limbah plastik untuk dijadikan bahan aspal untuk jalan. Sebelumnya di uji coba di Bali, kali ini penggunaan sampah plastik untuk aspal jalan diterapkan di Bekasi.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penggunaan sampah plastik digunakan karena memiliki dampak yang sangat luar biasa. Khususnya dampak terhadap lingkungan, kesehatan hingga pariwisata.

Menurutnya, karena dampak yang dihasilkan sangat luar biasa, oleh karena itu dirinya meminta agar teknologi ini bisa terus berjalan. Bahkan dalam penerapan teknologi tersebut, dirinya meminta agar bisa dinikmati oleh kalangan bawah seperti pemulung.

"Kita mau pengusaha kecil menikmati ini, supaya ekonomi masyarakat dapat tumbuh. Presiden selalu memerintahkan bagaimana ekonomi masyarakat dapat tumbuh," ujarnya saat di temui dalam acara penerapan teknologi sampah plastik di Bekasi, akhir pekan lalu.

Menurut Luhut, untuk bisa dirasakan oleh pemulung harus dibuat suatu model bisnis untuk menerapkan teknologi sampah plastik tersebut. Karena dengan dibuatnya suatu bisnis model maka alur dan detailnya akan bisa lebih jelas dan terasa manfaatnya.

"Tadi Pak Basuki (Menteri PUPR) bisik-bisik, ini bagaimana kita membangun sentra-sentra ekonomi kecil untuk supply kepada PUPR untuk mencampur sekian persen dari setiap kilometer aspal plastik yang akan dibuat. Saya pikir bisa dibikin business model. Sehingga suistanable dari proyek ini akan berjalan dan dampaknya akan baik sekali. Ini masih akan kita rapatkan minggu depan," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: