Kementan hapus aturan yang hambat ekspor ternak kambing

Senin, 25 September 2017 | 07:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghapus aturan yang dinilai mengambat ekspor hewan ternak.Hal ini sebagai respon peternak kambing yang mengeluhkan aturan usia ternak kepada Presiden Joko Widodo dalam penutupan Jabore Ternak 2017.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Ketut Diarmita menuturkan Kementan telah merivisi aturan yang mengharuskan usia hewan ternak kambing sebesar 2,5 tahun. Ketentuan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Pertanian Nomor 52 Tahun 2011 tentang Rekomendasi Persetujuan dan Pengeluaran Ternak ke Dalam dan Keluar Wilayah Negara Republik Indonesia."Sudah clear di Biro Hukum," ujar Ketut menjawab kabarbisnis.com melalui pesan WhatsApp, di Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Seditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah menuturkan urgensi dari revisi Permentan tersebut bahwa rekomendasi pengeluaran ternak juga semestinya menyesuaikan situasi dan perkembangan pasar." Ada negara tertentu yang memang menginginkan kambing yang usianya lebih muda,"ujar Nasrullah kepada kabarbisnis.com

Nasrullah mengatakan pihaknya mengundang stakeholders untuk membahas bersama   proses  revisi Permentan No 52 Tahun 2011 tersebut. Pendapat dari perternak dibutuhkan untuk memastikan formula yang tepat untuk diterapkan.Seperti persyaratan berat usia ternak kambing sebesar usia 2,5 tahun diganti dengan perhitungan bobot berat badan.

"Kita sudah mengajak Himpunan Pengusaha Domba dan Kambing Indonesia untuk membahas bersama, " ujar Nasrullah.

Meski perbaikan draf dari ketentuan tersebut sudah diselesaikan di Biro Hukum Kementan,namun Nasrullah berpandangan pihaknya perlu kembali melakukan public hearing sebelum diserahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai masih banyak aturan yang membuat dunia usaha Indonesia sulit berkembang. Di antaranya aturan ekspor domba yang masih rumit sehingga Jokowi ingin aturan-aturan yang memperumit dihilangkan.

"Regulasi yang menghambat semua kita hilangkan, agar perkembangan di sektor usaha menjadi lebih baik, karena kita terlalu banyak peraturan yang menghambat usaha kita," ujarnya.

Hal ini dikatakan Jokowi menanggapi pernyataan salah satu peternak domba asal Jawa Barat yang menceritakan kendala ketika ingin ekspor. Di mana dalam aturan jika ingin ekspor domba maka diwajibkan umur minimal 2,5 tahun dan ini menyulitkan peternak.

"Apakah aturan itu bisa diubah Pak Jokowi, jadi bukan umur yang dilihat tapi bobotnya, kami ingin naik kelas, kami ingin ekspor," ceritanya kepada Jokowi.

Karena hal tersebut, maka Presiden Jokowi pun langsung meminta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk mencatat dan menghilangkan semua regulasi yang menyulitkan pengusaha. "Tolong di catet pak Menteri, kita banyak aturan, banyak aturan bikin pusing kita," tukasnya.

Pada tahun 2016, ekspor sub sektor peternakan mencapai US$ 543 juta atau tumbuh ‎22% dibandingkan ekspor tahun 2015 sebesar US$ 443 juta.Sementara dari sisi volume, tercatat sebesar 0,21 juta ton atau naik 7,8%  dibandingkan tahun 2015 sebesar 0,19 juta ton.

Sementara data yang diolah Pusdatin Kementan bersama Badan Pusat Statistik menyebutkan volume  ekspor kambing‎ tahun 2014 sebesar 2,75 ton. Pada tahun 2015 meningkat tajam menjadi 12,75 ton.Namun di tahun berikutnya tidak ada catatan komoditas tersebut.kbc11

Bagikan artikel ini: