APP bangun apartemen mahasiswa mulai Rp400 jutaan di Malang

Selasa, 3 Oktober 2017 | 13:49 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: Setelah sukses mengembangkan apartemen dengan segmen mahasiswa di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, PT Adhi Persada Property (APP) mulai melirik Malang sebagai ekspansi terbarunya. Kali ini,  anak usaha PT Adhi Karya (Persero) ini mengembangkan apartemen dengan nama Taman Melati, dengan investasi Rp 400 miliar.

Project Manager APP, Idhom Bachtiar Arifin mengatakan, kota Malang dinilai memiliki prospek pasar yang Bagus. Sebab jumlah mahasiswa dari luar kota Malang maupun luar negeri setiap tahun selalu meningkat. Sehingga kebutuhan hunian juga terus tumbuh signifikan.

"Karena itu, kami optimistis apartemen yang kami kembangkan akan direspond baik oleh customer. Selain bisa dihuni sendiri juga bisa disewakan dengan harga sewa yang terus meningkat," kata Idhom Bachtiar Arifin di kantornya, Senin (2/10/2017).

Optimisme tersebut cukup beralasan. Sebab APP sebelumnya sudah teruji sukses mengembangkan apartemen mahasiswa di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Semua nya lokasi nya berdekatan dengan kampus utama di masing-masing kota seperti kampus UI, Unpaid, UGM, ITS dan Unair.

"Di Malang apartemen kami kembangkan dekat dengan beberapa kampus seperti UB, UIN Malang, UMM dan Unisma. Kami yakin nanti okupansinya juga akan penuh seperti di tempat lain," tambah nya.

Marketing Manager APP, Acep M Sadili menambahkan, respon pasar cukup besar. Terbukti, dari total 728 unit yang ditawarkan sejak Maret lalu, hingga kemarin sudah terjual 50 persen dengan harga mulai Rp 400 juta an. Ada tiga tipe yang dipasarkan yakni studio, 2 bedroom dan tipe khusus. Diharapkan sisa unit akan habis sebelum akhir tahun ini.

"Sekitar 80 persen pembeli merupakn investor. Mereka datang dari Malang dan beberapa kota lainnya termasuk Surabaya. Bahkan ada investor besar yang langsung ambil sekaligus beberapa unit," ujar Acep.

Keberanian investor masuk ke apartemen Taman Melati Malang karena dianggap memliki prospek yang bagus sehingga akan memberikan hasil yang maksimal. Dia menggambarkan, saat ini untuk kos mahasiswa rata-rata sudah diatas 1 - 2.5 juta per bulan. Dengan kenaikan harga sewa dan nilai properti yang tinggi maka break event point (BEP) juga akan berjalan lebih cepat.

"Investasi di apartemen lebih cepat BEP nya. Sebab nilai sewanya lebih mahal. Kalau landed biasanya 5 persen dari nilai properti namun apartemen bisa sampai 10 persen," tandasnya.

Terkait pembangunan, Idhom Bachtiar mengaku akan komitmen. Saat ini dalam tahap prose's perijinan. Diharapkan ground breaking akan bisa dilakukan. Sebelum akhir tahun ini sehingga pertengahan tahun 2019 semua unit sudah bisa diserahterimakan.

Yang menarik, selain menjaga lingkungan tetap Asri dengan konsep green building dengan menyediakan green area di rooftop,  pihaknya juga melakukan kerjasama dengan BNN untuk mencegah peredaran narkoba dilingkungan apartemen. Sehingga baik mahasiswa maupun orang tua akan merasa lebih nyaman.

"Kami sangat prudent dalam mengembangkan apartemen. Sebelum semua nya clear kami tidak berani mengembangkan. Selain di Malang, kami juga akan mengembangkan beberapa proyek lain di Surabaya dan sekitar nya baik apartemen maupun landed house," kata Idhom Bachtiar Arifin. kbc7

Bagikan artikel ini: