Pemkab Madiun siapkan 1.000 hektar lahan untuk kawasan industri

Rabu, 4 Oktober 2017 | 07:44 WIB ET

MADIUN, kabarbisnis.com: Pemerintah Kabupaten Madiun membuka 1.000 hektar lahan untuk kawasan industri di Kecamatan Pilangkenceng. Pembukaan kawasan industri itu dilakukan menyusul tingginya minat investor membuka usaha di Kabupaten Madiun.

Targetnya, 1.000 hektar di Kecamatan Pilangkenceng yang berdekatan pintuk keluar masuk tol Ngawi-Kertosono dijadikan sebagai kawasan industri.

"Pembuatan kawasan industri lantaran tingginya minat pengusaha berinvestasi di Kabupaten Madiun," ujar Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun, Agung Budiarto, Selasa (3/10/2017).

Agung mengatakan pengusulan seribu hektar di Pilangkenceng masuk kawasan industri di dekat pintu keluar masuk tol untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun. Hadirnya investor yang membangun usaha di Kabupaten Madiun akan berdampak pada naiknya pendapatan warga.

Untuk itu, kata Agung, investor yang berusaha diminta membuka usaha yang menyerap banyak tenaga kerja. "Investor nanti diminta tidak mendirikan usaha yang tidak memiliki teknologi tinggi. Pasalnya, usaha berteknologi tinggi tidak akan menyerap banyak tenaga kerja," ujar Agung.

Ia menambahkan pemerintah akan memberikan kemudahan perijinan bagi pengusaha yang berinvestasi di kawasan industri. Namun untuk pembelian lahan, pemerintah menyerahkan pengusaha menemui pemilik lahan yang dimiliki masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Madiun Jawa Timur mengklaim banyak investor yang ingin menanamkan modal ke wilayahnya seiring dengan pembangunan jalan tol Trans Jawa yang melewati wilayah ini. Pemerintah Kabupaten Madiun menyebut total investasi yang ditanam mencapai sekitar Rp 2 triliun.

"Investasinya naik dari Rp 58 miliar menjadi Rp 2 triliun setelah adanya pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Madiun. Pembangunan jalan tol membuat kami kebanjiran investor datang menanamkan modalnya usaha disini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap, Suryanto.

Menurut Suryanto, rata-rata investor memilih mendirikan usahanya tak jauh dari pintu masuk jalan tol. Alasannya, untuk memudahkan pengangkutan produk. kbc10

Bagikan artikel ini: