Permintaan sewa ruang kantor terkerek bisnis online

Kamis, 5 Oktober 2017 | 09:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Permintaan sewa ruang kantor mulai menunjukkan sinyal membaik, terutama dengan tumbuhnya bisnis online dan bisnis yang terafiliasi dengan operator asing maupun modal dari luar negeri.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan perilaku bisnis online ternyata tidak seperti yang dibayangkan selama ini. Pebisnis tersebut malah memiliki tingkat kebutuhan ruang kantor fisik yang tinggi.

Colliers menilai, jika sebelumnya tenant hanya sekadar bertanya, mulai kuartal III/2017 sudah banyak yang mengeksekusi.

"Kami punya dua divisi, yakni Tenant Representative dan Landlord Representative. Nah, yang tenant sedang banyak menangani klien," kata Ferry, Rabu (4/10/2017).

Ferry menyayangkan sinyal positif ini masih ditimpa hujan pasokan hingga akhir tahun 2017. Bahkan, sepanjang kuartal akhir 2017 ini kawasan niaga Jakarta akan mendapat tambahan 450 ribu m2. Adapun tambahan hingga kuartal III/2017 sebesar 300 ribu m2. Angka tersebut mengakumulasi total pasokan ruang perkantoran di kawasan niaga Jakarta menjadi 5,78 juta m2.

Ferry memproyeksi pasokan tersebut masih akan bergerak dengan pertambahan dari 2018-2020 mencapai 1,5 juta m2.

"Akibatnya biaya rerata sewa ruang kantor terkoreksi hingga 9 persen. Saat ini berkisar di harga Rp 217 ribu per m2 per bulan dari sebelumnya Rp 223 ribu per m2 per bulan," ujar Ferry. kbc10

Bagikan artikel ini: