Semester I, laba Nusa Konstruksi menanjak 399,55%

Kamis, 5 Oktober 2017 | 15:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja keuangan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) berhasil mencetak laba setelah menanggung rugi di tahun 2016 lalu. Perseroan membukukan laba sebesar Rp15,75 miliar pada enam bulan pertama tahun ini. Jumlah ini meningkat 399,55% year on year (yoy) dari Rp 3,15 miliar.

Meski begitu, pendapatan DGIK di separuh pertama tahun ini menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di semester pertama lalu, DGIK mencatat perolehan pendapatan sebesar Rp 526,53 miliar. Angka ini menurun 3,06% yoy dari sebelumnya Rp 543,17 miliar. Di sisi lain, perusahaan mencatat laba kotor setelah proyek kerja sama operasi (KSO) sebesar Rp 78,13 miliar. Sementara EBITDA DGIK hingga 30 Juni 2017 lalu mencapai Rp 56,31 miliar.

Adapun sampai akhir kuartal II-2017 lalu, DGIK memiliki total aset sebesar Rp 1,68 triliun atau turun 17,72% yoy. Sedangkan total kewajiban turun 2,58% dibanding semester pertama tahun lalu menjadi Rp 901,25 miliar dan total ekuitas perusahaan merosot 28,51% yoy menjadi Rp 777,23 miliar. Belum lama ini, perseroan berhasil memperoleh tiga proyek baru dengan total Rp358,7 miliar. Tiga proyek infrastruktur yang berlokasi di Sumatera Barat dan Banten tersebut diperoleh melalui lelang terbuka di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sekretaris Perusahaan DGIK, Djohan Halim pernah bilang, keberhasilan perusahaan memenangkan lelang ke tiga proyek itu membuktikan bahwa DGIK memiliki reputasi yang sudah teruji dan terbukti. Ketiga proyek baru di sektor infrastruktur ini akan semakin memperkuat portofolio proyek perseroan hingga akhir tahun ini.

“Kami menghargai kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian PUPR ini untuk menggarap berbagai proyek infrastruktur di daerah. Komitmen kami, proyek-proyek ini akan dibangun dengan standar tinggi dan diserahkan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan,” jelasnya.

Tiga proyek di sektor Sumber Daya Alam (SDA) yang akan dibangun itu berlokasi di wilayah kabupaten meliputi Proyek Pengamanan Pantai Tiku di Padang, proyek Normalisasi Sungai Batang Agam di Padang, dan proyek Pengamanan Pantai Jongor di Banten. “Selain tiga proyek tadi, saat ini perusahaan juga tengah membidik beberapa proyek SDA PUPR lainnya," tambahnya.

Sebagai perusahaan nasional di bidang kontruksi, DGIK memiliki pengalaman panjang dalam berbagai proyek berskala menengah dan besar. Perusahaan juga berkomitmen untuk selalu melibatkan sumber daya lokal dalam berbagai pembangunan proyek, terutama di daerah.

Djohan mengatakan, melalui kerja sama dengan mitra-mitra bisnisnya di berbagai proyek kontruksi di Indonesia, DGIK mampu memberikan pekerjaan kepada lebih dari 10 ribu tenaga kerja, baik organik maupun non organik. “Dalam setiap proyek yang kami kerjakan, DGIK selalu memberi prioritas untuk melibatkan tenaga kerja lokal. Langkah ini terbukti lebih efisien tanpa mempengaruhi standar kualitas proyek-proyek DGIK,” ujar Djohan. kbc10

Bagikan artikel ini: