Produk sarang burung walet RI dominasi pasar China

Jum'at, 6 Oktober 2017 | 16:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengiriman atau ekspor sarang walet Indonesia ke China terus mengalami kenaikan. Per Juli 2017 saja, sebanyak 72,31% kebutuhan sarang walet China di impor dari Indonesia. Kemudian Malaysia dengan perolehan 18,85%  dan sisanya dari Brasil, Taiwan dan Australia.

"Nilai ekspor kita dari sarang walet ke China mencapai US$ 40,43 juta. Naik 170 persen dari tahun 2016 yang hanya mencapai US$ 14,99 juta," ujar  Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementerian Pertanian Mulyanto di  Jakarta Jumat (6/10/2017).

Saat ini, sebanyak 464,5 kilogram sarang walet asal Sumatera Selatan akan segera diekspor lagi ke China. "Untuk yang ini saja nilainya mencapai Rp 13 miliar," kata Mulyanto.

Mulyanto menerangkan  sebelum diekspor ke negara tujuan, pihaknya memastikan telah melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan sesuai standar prosedur ekspor bahan pangan, sehingga dinyatakan aman dan terbebas dari bahaya virus maupun penyakit dari negara pengekspornya.

"Peluang pasar yang besar ini disambut oleh pemerintah Indonesia. Badan Karantina Pertanian menjadi institusi yang menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari Avian Influenza atau flu burung dan penyakit unggas lainnya," terangnya.

Adapun 464,5 kg sarang walet asal Sumatera Selatan itu didapat dari 31 rumah walet teregisterasi yang ada di Provinsi tersebut. "Sarang-sarang walet ini diekspor oleh PT Tong Heng Investment Indonesia. Ini adalah perusahaan ke-8 yang mampu menembus pasar sarang walet di China," kata Mulyanto.

China merupakan negara dengan konsumsi sarang walet terbesar di dunia. Di China sendiri, sarang walet menjadi komoditi bergengsi, terutama saat hari raya imlek dan tahun baru masehi. kbc11

Bagikan artikel ini: