Membangun kompetensi SDM masa depan melalui kompetisi robotika berbasis industri

Rabu, 11 Oktober 2017 | 07:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perkembangan dunia terus melesat. Melalui dukungan teknologi dan informasi, industrialisasi di banyak negara maju semakin tak terbendung dan telah memasuki revolusi industri ke empat. Agar tak ketinggalan jauh dari mereka, Instutute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Siemens kembali menggelar kompetisi robotika.

Kompetisi bertajuk “Siemens Scitech Competition 2017” yang digelar untuk kedua kalinya ini mengambil porsi penting untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Karena melalui kompetisi ini, generasi muda akan tergerak dan terinspirasi untuk terus berkembang dengan memanfaatkan IT.

“Ini adalah salah satu langkah kami dalam mempersiapkan generasi ke depan agar bisa bersaing dengan dunia maju lainnya melalui pemanfaatan IT. Karena hidup akan semakin muda dengan penguasaan IT.  Untuk itu perlu adanya kerjasama dengan industri agar generasi muda lebih muda menguasai  IT dalam industri,” ujar Ujar Kepala Pusat Study Robotika, Eko Setijadi ditemui disela acara “Siemens Scitech Competition 2017” di gedung Robotika ITS Surabaya, Selasa (10/10/2017).

Tidak seperti saat kompetisi pembuatan robot yang pertama dengan mengambil spesifikasi robot permainan atau game,  tetapi kali ini spesifikasi yang diambil lebih pada robot industri sebagai solusi dari berbagai persoalan di dunia industri. Misalkan programing  mesin packaging yang akan membantu proses pengemasan yang berstandar internasional. Siemens Scitech Competition 2017, terdiri dari empat kelompok, pertama kelompok Programmable Logic Controller (PLC), Human Machine Inferface (HMI), Distributed Cntrol Systems (DCS) atau Sistem SCADA, serta Matematika dan Ilmu Pengetahuan.

“Sangat penting untuk membekali para siswa dengan pengetahuan yang diperlukan di bidang ini. Menguasai otomasi industri akan menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri nasional dalam mengantisipasi tren global dan memanfaatkan peluang dari revolusi industri ke empat,”  ujar Kepala Otomasi Pabrik PT Siemens Indonesia, Pascol Dricot.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pergerakan di bidang otomasi industri sangat cepat, untuk itu siswa harus mendapatkan pengetahuan, keahlian, dan berbagai keterampilan yang kuat melalui pelatihan dan partisipasi.

“Otomatisasi industri adalah sebuah kebutuhan. Dan telah menjadi tugas kami untuk menyiapkan SDM yang mampu menyupport kebutuhan tersebut melalui kompetisi robot berbasis industri. Agar peserta bisa menyesuaikan, maka sejak Agustus kemarin kami telah melakukan roadshow di banyak Perguruan Tinggi negeri dan swasta serta Sekolah Menegah Kejuruan di seluruh Indonesia,” tambah Dekan Fakultas Vokasi ITS Sigit Dharmawan.

Agar banyak siswa  SMK dan Teknik yang ikut, maka untuk para juara dijanjikan mendapatkan tiket masuk ITS tanpa tes. Dan hasilnya, ada sekitar 221 peserta dari seluruh Indonesia yang akan berkompetisi. Ini jauh lebih banyak dari peserta kompetisi robotika pertama yang digelar pada tahun 2017 yang hanya sekitar 99 peserta dari 22 universitas dan 8 sekolah menengah dan teknik di seluruh Indonesia.kbc6

Bagikan artikel ini: