MUI bakal kecipratan saham Bank Muamalat

Senin, 16 Oktober 2017 | 19:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana akuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) membawa angin segar bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pemilik Minna Padi, Setiawan Ichlas menyatakan bahwa MUI yang merupakan pendiri Bank Muamalat saat ini seakan terpinggirkan.

Setiawan pun mengaku akan memberikan beberapa persen saham Muamalat nantinya kepada MUI. Tidak hanya itu, Setiawan juga akan memberikan saham bagi Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).

“Mereka (MUI) dibuang, tidak memiliki saham lagi. Dan mereka tidak kebagian apa-apa lagi. Saya komitmen setelah saya ambil hak saya, akan saya serahkan (saham) sebesar 2,5 persen ke MUI dan ICMI sebesar 1-1,5 persen,” ujar Setiawan, akhir pekan lalu.

Setiawan mengaku rencana pemberian saham tersebut telah ia sampaikan kepada Ketua MUI Ma’ruf Amin dan sejumlah direksi baru yang akan ditempatkan di Bank Muamalat nantinya. Dalam perbincangan dengan Ketua MUI tersebut salah satunya berbicara terkait rencana penggunaan dana CSR Bank Muamalat.

"Saya minta semua CSR kita nantinya diutamakan untuk umat. Dan MUI ini adalah satu lembaga yang diakui pemerintah untuk mewakili umat muslim di Indonesia," ucapnya

Setiawan menambahkan, tujuan dirinya membeli Bank Muamalat yakni untuk membantu pemerintah salah satunya untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur. Ia menyebut Bank Muamalat berkomitmen untuk memberikan kredit infrastruktur untuk pemerintah dalam bentuk Equity Loan yang tidak bisa diberikan oleh Bank konvensional.

"Target kita ke depan penyaluran equity loan diutamakan terhadap BUMN Infrastruktur, kita akan backup penuh pemerintah," sebutnya.

Ketua MUI Ma'ruf Amin menyebut proses akusisi Muamalat sebagai bank pertama syariah harus dikawal agar berhasil. Akuisisi tersebut menurutnya sudah tepat sehingga jika sebelumnya pemegang saham terbesar berasal dari luar negeri (Islamic Development Bank 32,74 persen) nantinya berubah menjadi milik dalam negeri.

"Minna Padi tidak ada masalah, dan upaya revitalisasi ini saya kira sangat penting sekali. Apalagi Bank Muamalat sebagai bank pertama syariah di Indonesia harus kita perkuat, karena kita dalam era baru ekonomi syariah, ada keinginan untuk memperkuat keuangan syariah di Indonesia," ujar Ma'ruf beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Head of Strategic and Corporate Planning Minna Padi, Harry Danardojo menyebut proses pengambilalihan saham Bank Muamalat ditargetkan selesai pada Desember 2017.

"Paling telat harusnya kita bisa dapat di Desember, efektifnya kami bisa siapkan dalam tempo dua minggu. Mungkin di pertengahan atau awal Januari 2018 selesai," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: