Kapal ternak 2018 incar angkut sapi Madura

Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana pengoperasian lima kapal khusus ternak pada Maret 2018 salah satu rute yang akan disasar adalah dapat mengangkut sapi Madura ke Sulawesi Selatan atau Balikpapan.

Data Angkutan Laut Dalam Negeri Ditjen Perhubungan Laut  menyebutkan rencana pengoperasian kapal angkut khusus ternak ini melayani enam trayek. Saat ini baru KM Camara Nusantara (CN) I yang baru melayani trayek dari Kupang-Daerah Khusus Ibu (DKI)  Kota Jakarta dengan kapasitas angkut sebesar 500 ekor.

Kapal ternak tahun 2016 telah beroperasi sebanyak 24 pelayaran dengan total jumlah ternak yang diangkut sebanyak 11.731 ekor. Tahun 2017 sampai Oktober , kapal ternak sudah mengangkut 7.500 ekor dengan kapasitas loading factor 100%.

Untuk rencana pengoperasian lima kapal tambahan, dua instansi teknis yakni Kementerian Perhubungan (Kementan) dan Kementerian Pertanian (Kementan) masing-masing memiliki usulan trayek. Rencananya pengangkutan sapi dari Madura menggunakan KM CN 6.

Kemenhub mengusulkan keberangkatan kapal dari kapal dari pelabuhan Pasean (Pamekasan)  -Makassar (Sulawesi Selatan). Sementara, Kementan mengusulkan Pelabuhan Pasean, singgah di Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Balikpapan sebagai tujuan akhir.

Sementara trayek pengoperasian kapal ternak selanjutnya , perbedaan usulan hanya terletak pada pelabuhan singgah.Misalnya trayek KM CN 2 dari Waingapu-DKI Jakarta. Kemenhub mengusulkan mengambil trayek pelabuhan Ipi/Ende  dan Cirebon. Sedangkan usulan Kementan kapal singgah di Pelabuhan Rote Ndao, Ende dan Waingapu.

Trayek KM CN 3 berangkat dari Pelabuhan Kupang ke Bengkulu. KM CN 4 dengan trayek  Bima ke Balikpapan. Kemudian KM CN 5 trayek Celukan Bawang (Bali) ke Jakarta.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani mengatakan usulan trayek pengoperasian lima kapal ternak yang akan dioperasikan pada 2018 nanti baru merupakan desain yang masih terus dibahas antara institusi dengan pemangku kepentingan daerah. Pembahasan mencakup  bagaimana kebijakan pengeluaran hewan ternak sapi  oleh pemerintah daerah bersangkutan dan mekanisme pasarnya .

“Terpenting, pengangkutan sapi melalui kapal ternak tidak hanya dari Nusa Tenggara Timur. Kita punya 12 provinsi produsen sapi. Populasi terbesar Provinsi Jawa Timur. Tunggu dulu masih dibahas. Sabar saja,” ujar Fini menjawab kabarbisnis.com di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, sapi Madura mempunyai sebaran asli geografis di Pulau Madura dan sekitarnya, merupakan asli plasma nutfah  Indonesia . Mempunyai keseragaman bentuk fisik dan keunggulan genetik serta kemampuan adaptasi pada keterbatasan lingkungan yang gersang.

Sapi jantan Madura dapat memiliki bobot hingga 600 kilogram (kg). Sementara untuk sapi betina Madura memiliki bobot 350-400 kg.Laporan dinas pertanian Pemprov Jatim, populasi sapi Madura pada tahun 2016 sebesar 908.939 ekor atau sebesar 21,37% dari total populasi sapi potong di Jawa Timur.

Bahkan di Pulau Sapudi, populasi sapi melebihi 50.000 ekor, melebihi jumlah warganya yang sebesar 40.000 jiwa.Pasalnya, pulau ini diusulkan sebagai wilayah pemurnian plasma nutfah Sapi Madura.kbc11

Bagikan artikel ini: