AS harus beri klarifikasi lengkap soal penolakan Jenderal Gatot

Senin, 23 Oktober 2017 | 08:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyatakan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) harus menyampaikan klarifikasi terkait insiden penolakan Panglima TNI masuk ke Negeri Paman Sam itu.

"Meski Duta Besar AS di Indonesia sudah menyampaikan permintaan maaf dan Panglima TNI dapat melakukan perjalanan, namun klarifikasi dari Pemerintah AS atas insiden penolakan perlu disampaikan," ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulis, Senin (23/10).

Dia menjelaskan, ada tiga alasan diperlukannya klarifikasi. Pertama perlu diketahui secara jelas alasan penolakan. Tidak saja oleh pemerintah, namun juga oleh publik di Indonesia karena ini akan memengaruhi hubungan Indonesia-AS. Kedua, tanpa klarifikasi akan ada spekulasi di kalangan masyarakat Indonesia atas apa yang menjadi alasan bagi penolakan.

"Spekulasi dapat berkembang secara liar di media sosial dan tidak terbendung, sehingga ini dapat memunculkan persepsi negatif publik Indonesia terhadap AS khususnya Pemerintahan Donald Trump," kata dia.

Ketiga, mengingat Indonesia segera memasuki tahun politik, maka akan berdampak besar terhadap siapa pun yang akan muncul sebagai calon presiden dan wakilnya.

Pemerintah AS bisa dianggap oleh publik di Indonesia hendak melakukan intervensi terhadap proses ini. "Dampak terbesar adalah pada Presiden Jokowi bila hendak maju kembali. Oleh karenanya Pemerintah AS perlu segera mengklarifikasi sebelum spekulasi di media sosial menjadi tidak dapat terbendung," ujar Hikmahanto. kbc1

Bagikan artikel ini: