Di Indonesia, pengakses situs porno menyusut tapi judi online melesat

Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengakses situs porno di Indonesia cenderung menurun, menyusul gencarnya pemerintah dalam memblokir situs berkonten negatif.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet and Infrastructure (ID-SIRTII) Muhammad Salahuddien Manggalanny, baru-baru ini.

"Sekarang sudah sekitar 50 persen dari total 700-an situs negatif yang diblokir," ujarnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Didien itu, saat ini, tren yang sedang menanjak ialah akses situs malware dan judi online. Kedua situs tersebut, menurut Didien, tren aksesnya naik setiap tahun.

Ia menjelaskan, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan memperketat penyaringan konten negatif dengan sistem crawling. Sistem ini akan menyaring kata kunci yang berkaitan dengan situs negatif sehingga pengguna tidak bisa mencari atau mengaksesnya melalui Internet.

Namun pengetatan ini ada juga berdampak pada situs-situs yang tidak berkonten negatif, misalnya nama situs yang mirip dengan situs berkonten negatif akan ikut terblokir.

"Jadi ibarat dagang online, kalau ada kasus toko online menipu atau jual barang palsu, situs online lain juga dicurigai," ucapnya.

Namun demikian, untuk kerugian karena malware, seperti Wannacry, Indonesia memang menjadi salah satu target. Namun sejauh ini tidak ada laporan kerugian karena malware tersebut. "Kita (Indonesia), walau kena malware, biasanya enggak mau transfer apa pun ke pelaku," tuturnya.

Meski secara nasional menurun, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan jumlah anak yang menonton situs porno sudah masuk kategori mengerikan. "Ada 25 ribu anak yang menonton pornografi per hari," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: