'Operasi Semut', PHE WMO ajak masyarakat bersihkan Pantai Labuhan

Rabu, 25 Oktober 2017 | 21:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah berhasil meraih meraih Proper Emas di tahun 2016 lalu, kini Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) bersama masyarakat kembali berjuang mempertahankan penghargaan bergensi itu agar tetap diterima Jawa Timur.

Salah satu yang dilakukan adalah melakukan operasi semut oleh manajemen PHE WMO dan warga sekitar yang dilanjutkan dengan sosialisasi dan penyuluhan konservasi hutan mangrove yang ada di Taman Pendidikan Mangrove, Kecamatan Sepuluh, Bangkalan.

General Manager PHE WMO Kuncoro Kukuh mengatakan bahwa keberadaan hutan mangrove bukan sekadar menjadi penahan abrasi pantai, penahan gelombang tsunami, dan intrusi air laut, tetapi juga memiliki fungsi ekologi. Yakni, sebagai tempat mencari makan, tempat beranak pinak dan pengasuhan binatang dan pertukaran nutrisi.

“Secara keseluruhan, pengelolaan area konservasi mangrove di Labuhan ini sudah sangat bagus. Tapi, kegiatan kampanye agar kita semua tetap menjaga kelestarian hutan mangrove ini perlu terus digalakkan. Salah satunya, mengingatkan bahaya sampah pagi pohon mangrove,” kata Kuncoro Kukuh dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Rabu (25/10/2017).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim Diah Susilowati beserta jajarannya serta para aktivis Kelompok Tani Mangrove Cemara Laut Sejahtera dan dimeriahkan kehadiran 65 siswa SD di sekitar wilayah Labuhan.

Kuncoro Kukuh bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prop Jatim Diah Susilowati MT sedang menyerahkan peralatan kepada siswa2 SDN Labuhan untuk oprasi semut (semangat memungut) sampah di Taman Pendidikan Mangrove Labuhan, kemarin.

“Lebih dari itu, juga sudah terbukti, pelestarian hutan mangrove telah menunjang perekonomian masyarakat di area ini. Karena itu, pada tahun 2017, PHE WMO memperluas wilayah binaan di sekitar TPM Labuhan. Ini penting agar manfaat ekologi dan ekonomi bisa dinikmati secara lebih luas,” katanya.

Setelah melakukan Operasi Semut, warga dan pelajar mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyuluhan konservasi hutan mangrove juga diajari cara penanaman mangrove, termasuk menanam mangrove dengan menggunakan botol bekas.

Kegiatan menanam mangrove di dalam botol itu merupakan pengembangan kegiatan Mangrove in Office (MIO) yang dilakukan karyawan PHE WMO. Selain untuk menumbuhkan rasa cinta pada mangrove, MIO merupakan apresiasi karyawan PHE WMO pada Kelompok Tani Mangrove Cemara Sejahtera yang mendukung program PHE WMO mengembangkan Taman Pendidkan Mangrove sejak 2013 lalu. “Pembuatan MIO ini telah dipatenkan, semoga bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Kukuh.

Dari pengamatan lapangan, hutan bakau yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi di bawah pengawasan Badan Pengelola Hutan Mangrorve (BPHM) Wilayah I Bali itu kini menjadi salah satu destinasi wisaya di pesisir utara pulau Madura.kbc6

Bagikan artikel ini: