Kontrak banyak distop, jumlah WK Migas terus menyusut

Jum'at, 27 Oktober 2017 | 20:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut jumlah wilayah kerja (WK) migas 2017 terus mengalami penurunan. Sampai dengan kuartal III-2017, jumlah WK turun menjadi 264 dari sebelumnya berjumlah 280 WK.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi merinci dari 280 WK 2016 terdiri dari 54 WK nonkonvensional, 141 WK eksplorasi konvensional, dan 85 WK eksploitasi. Sementara dari 264 WK tahun ini terdiri dari 53 WK nonkonvensional, 124 WK eksplorasi konvensional, dan 87 WK eksploitasi.

"Sebelumnya di 2016 (jumlah WK) 280 dan kemarin turun dari 272 dan 270, sekarang 264 WK," kata Amien dalam paparan kinerja Hulu Migas Kurtal III-2017, di Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Amien mengungkapkan, penurunan jumlah WK ini merupakan imbas dari penghentian kontrak sejumlah wilayah kerja. Determinasi tersebut dilakukan lantaran kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang bersangkutan tidak memiliki dana untuk melakukan eksplorasi.

"Sebagian WK yang KKKS-nya masuk kategori kelas duafa, tidak punya dana sehingga enggak bisa lakukan komitmennya sampai eksplorasi berakhir," tegasnya.

Meskipun WK mengalami penurunan, jumlah penurunan laju produksi tetap dapat ditekan. Hingga akhir September 2017 penurunan produksi mencapai 3,05% atau di bawah target sebesar lima persen.  Sedangkan untuk peningkatan cadangan migas, mencapai 50,90% dari target 60%

"Jadi masih belum mencapai target. Mudah-mudahan kalau ada PoD (Plan of Development) yang disetujui, nanti akan bisa mencapai target," pungkas Amien.

Adapun jumlah WK yang dalam proses terminasi tahun ini mencapai 40 WK, di antaranya 33 WK merupakan eksplorasi konvensional. Sementar 7 WK lainnya merupakan WK non konvensional.kbc11

Bagikan artikel ini: