Kadin ingatkan pemerintah tak cepat puas atas kenaikan peringkat kemudahan bisnis RI

Kamis, 2 November 2017 | 07:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mengingatkan agar pemerintah tidak cepat puas atas kenaikan peringkat kemudahan bisnis atau ease of doing business (EoDB) Indonesia yang dirilis Bank Dunia. Peringkan Indonesia naik dari 91 ke 72 dari 190 negara.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Mulai dari kemudahan mengurus izin di daerah hingga sinkronisasi aturan pusat dengan daerah.

Selain itu, peringkat kemudahan bisnis di Indonesia masih di bawah beberapa negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Vietnam.

"Masih banyak yang harus disempurnakan, izin harus disesuaikan, peraturan dipermudah. Enggak boleh cepat puas, kita saingan dengan negara-negara ASEAN lainnya," kata Rosan, Rabu (1/11/2017).

Namun demikian, Rosan mengakui, jika kenaikan peringkat kemudahan bisnis merupakan apresiasi dari upaya pemerintah memangkas perizinan yang menghambat dunia usaha. Rosan juga optimistis target peringkat 40 pada 2020 nanti bakal tercapai.

"Melihat lompatan dari 106, 91, ke 72, ranking 40 di 2020 sangat mungkin. Kami apresiasi, dan ease of doing business kita lompatannya signifikan," terang Rosan.

Beberapa reformasi yang telah dilakukan pemerintah untuk mencapai prestasi ini, antara lain biaya memulai usaha dibuat lebih rendah dari 19,4% ke 10,9%, biaya mendapatkan sambungan listrik dibuat lebih murah dengan mengurangi biaya sambungan dan sertifikasi kabel, yaitu 276% dari pendapatan per kapita turun dari sebelumnya 357%.

Selain itu, akses perkreditan juga semakin meningkat dengan hadirnya biro kredit baru. Perdagangan lintas negara pun semakin baik dengan adanya penagihan elektronik untuk pajak, bea cukai, serta pendapatan bukan pajak sehingga waktu untuk mendapatkan, menyiapkan, memproses dan mengirimkan dokumen saat impor turun dari 133 jam menjadi 119 jam. kbc10

Bagikan artikel ini: