Perhutani bareng MUI tanam perdana kacang tanah dan jagung

Kamis, 2 November 2017 | 15:26 WIB ET

BOJONEGORO, kabarbisnis.com: Perum Perhutani menggelar acara tanam raya perdana kacang tanah dan jagung di Bojonegoro yang dihadiri oleh KH. Maruf Amin (Ketua MUI Pusat) dan Teten Masduki (Kepala Staf Kepresidenan RI), belum lama ini. Turut hadir Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Direktur PT. Garuda Food, serta Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro. 

Acara ini digagas oleh MUI Pusat sebagai bagian dari tindak lanjut amanah Kongres Ekonomi Umat Tahun 2017. Pada kongres tersebut mengemuka kegelisahan para ulama atas lemahnya dampak pembangunan terhadap kesejahteraan umat. Pembangunan hanya melahirkan konglomerasi bisnis namun harapan munculnya  efek menetes ke bawah (trickle down effect) tidak kunjung terwujud nyata. 

Karana itu Ketua MUI Pusat bersama para ulama MUI memiliki pemikiran meningkatkan peran aktif ulama untuk membangun arus baru ekonomi Indonesia. Salah satu upayanya adalah mendorong  agar umat sebanyak-banyaknya mengambil peran dalam perekonomian, termasuk di dalamnya adalah pada sektor pertanian. Pemikiran tersebut gayut dengan kebijakan Presiden untuk menekan ketimpangan kesejahteraan melalui redistribusi aset. Wujud penerjemahannya secara luas adalah bagaimana agar para pemangku kepentingan maupun pelaku bisnis dapat mendayagunakan asetnya melalui kemitraan dengan para petani di pedesaan. 

Pada tataran praktek, MUI berupaya membangun kemitraan multipihak. Kerjasama tersebut dimaksudkan untuk mendorong petani di Kabupaten Bojonegoro agar  bergairah menanam kacang tanah selain jagung, terutama karena PT. Garuda Food telah bersedia menjadi pelaku off taker untuk menyerap hasil panen. Pemasaran dan ketidakpastian harga selalu menjadi persoalan besar bagi petani selama ini. Peran pelaku bisnis seperti PT. Garuda Food diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi.  

Perum Perhutani yang selama ini telah menjalin kemitraan dengan masyarakat desa hutan melalui sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) juga tetap konsisten membuka akses seluas-luasnya untuk aktivitas pertanian di lahan hutan bagi masyarakat desa yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Dengan luas kawasan hutan lebih dari 40% dari luas Kabupaten Bojonegoro, maka Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi kegiatan wanatani (agroforestry)  yang sangat besar. Kerjasama ini juga akan menyasar ribuan petani di luar kawasan hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani di bawah binaan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro. kbc2

Bagikan artikel ini: