Gerakan sadar lingkungan, warga Sekardangan siapkan biopori untuk antisipasi banjir

Rabu, 8 November 2017 | 17:43 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan terus digelorakan masyarakat warga Sekardangan Sidoarjo. Mengantisipasi terjadinya banjir saat musim penghujan, mereka gotong royong membuat lubang biopori.

Edi Priyanto, Ketua RT 23 Kelurahan Sekardangan mengatakan bahwa saat ini ia sedang menggalakkan pembuatan lubang biopori di lingkungan pemukimannya. Edi menargetkan bahwa setiap rumah harus memiliki lubang biopori minimal satu buah lubang.

“Sebenarnya banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari biopori tersebut diantaranya untuk meningkatkan resapan air kedalam tanah. Namun, hasil pembuatan biopori akan lebih memuaskan jika semua warga mau kerja bakti untuk membuat secara bersama-sama di lingkungan karena pembuatan lubang biopori membutuhkan energy yang tidak sedikit dan perlu keterlibatan orang banyak. Semakin banyak lubang biopori yang dibuat, maka semakin besar manfaat yang kita peroleh khususnya menyambut datangnya musim penghujan yang sudah mulai tiba”, ujar Edi, di Sidoarjo, Rabu (8/11/2017).

Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

“Tak hanya pembuatan lubang biopori yang dilakukan oleh warga pria, ibu-ibu juga nampak sibuk melakukan pembuatan aneka kerajinan dari barang bekas, serta pengelolaan komposter dan bank sampah. Kegiatan tersebut dilakukan oleh seluruh warga dengan penuh semangat dalam rangka mewujudkan program 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle,” pungkas Edi.

Dijumpai dalam kesempatan  yang sama, Kepala Kelurahan Sekardangan Sidoarjo, Achmad Junaidi mengatakan bahwa Lingkungan RT 23 ini telah terpilih mewakili Kecamatan Sidoarjo untuk mengikuti kompetisi Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) tahun 2017/2018.

"Kami terus memantau dan memberikan pendampingan sejak kegiatan sosialisasi hingga penilaiannya nanti. Warga di RT 23 Sekardangan ini sangat kompak dan bersemangat, mereka telah sadar bahwa kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, sehingga seluruh warga harus terlibat tanpa ada unsur paksaan," kata Junaidi.

Terpisah, Indah Yuliati, staf Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo disela-sela sosialisasi kegiatan Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) tahun 2017 di RT 23 Kelurahan Sekardangan awal Nopember 2017 lalu mengatakan bahwa tujuan utama diselenggarakan kompetisi Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) itu diantaranya agar masyarakat semakin sadar akan kebersihan dan semakin cinta akan lingkungan ditempat tinggalnya. Juga dalam rangka mendukung Program Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas sampah pada tahun 2025 mendatang.

“Peningkatan dan penyadaran masyarakat pada budaya bersih juga tidak kalah pentingnya. Program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) sendiri sudah diselenggarakan sejak tahun 2008. Dengan tahapan meliputi Pemberitahuan dan sosialisasi dilanjutkan rapat koordinasi, launching kegiatan, pendampingan dan road show, serta puncaknya diakhiri dengan SBH Award”, ujarnya.

Pada tahun 2017 ini akan diikuti oleh sedikitnya 18 Desa dan Kelurahan dari 18 Kecamatan Sekabupaten Sidoarjo. Harapan dari pelaksanaan program ini adalah masyarakat semakin sadar akan kebersihan dan peduli terhadap lingkungannya sehingga akan terwujud lingkungan yang bersih, rapi, sehat, hijau, indah dan nyaman. Dengan program SBH ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan Kabupaten Sidoarjo bisa mencapai Zero Waste lebih awal yaitu pada tahun 2018.kbc6

Bagikan artikel ini: