Guinnes Batik Fridays dan sepenggal asa tentang persatuan Indonesia

Sabtu, 11 November 2017 | 23:26 WIB ET
(KB/Purna Budi)
(KB/Purna Budi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tidak seperti di hari biasa, De’Oak Cafe Surabaya terlihat sangat istimewa. Nuansa tradisional nusantara terasa kental saat memasuki kafe dibilangan Ngagel Surabaya. Balutan kain batik yang menghiasi sejumlah titik menambah aura keindahan.

Kafe modern tersebut disulap menjadi kafe yang berciri tradisional Indonesia untuk peluncuran desain batik baru yang digunakan pada botol atau kaleng produk Guinnes. Perhelatan  dengan tajuk “Guinnes Batik Fridays” inj juga dihadiri oleh aktor dan musisi berprestasi, Tanta Ginting.

Kecintaan Tanta pada batik sudah buka rahasia lagi. Dalam setiap penampilannya, ia kerap menggunakan baju ataupun jaket batik yang cukup inovatif. Seperti saat ditemui kabarbisnis.con, Tanta menggunakan jaket bermodel blomber dari batik bermotif sogan yang sangat menawan.

Bagi Tantra, batik bukan hanya sebagai gambaran pada.sebuah bidang kain untuk pembalut tubuh. Batik baginya adalah simbul pemersatu bangsa. Karena dalam batik bisa ditemukan beragam elemen yang bisa bersatu menjadi kesatuan yang sangat indah.

“Dalam kenyataan, kita tidak bisa hidup hanya dari satu elemen saja. Kita butuh air, butuh api, butuh udara dan juga butuh air. Semuanya menjadi satu kesatuan dalam hudup kita. Dan keberagaman adalah keniscayaan bagi Indonesia,” ucap Tanta Ginting yang juga menjadi brand ambassador produk Guinnes dengan kemasan batik di Surabaya, Jumat (10/11/2017).

Guinnes melihat.batik bisa mewakili keberagaman tersebut bersatu menjadi satu kesatuan yang menawan. Desain batik di botol ataupun kaleng kemasan produk Guinnes ini sudah diluncurkan sejak tahun 2015.  Dan selalu menjadi limited edition yang didistribusikan dalam kurun waktu yang sebentar, sehingga banyak kolektor yang mencarinya.

“Tahun ini ada dua desain batik yang diluncurkan oleh Guinnes. Dan kita patut bangga karena tahun ini yang mendesain bukan konsultan asing tetapi kaum muda Indonesia yang sangat kreatif, yaitu Darbotz dan Ykha. Kalau tahun lalu masih didesain oleh konsultan asing dari ide yang disampaikan kepadanya,” kata Tanta

Kedua desain itu adalah desain api dan air hasil karya Darbotz, seniman jalanan yang sudah dikenal luas di Indonesia. Dan desain kedua adalah bumi dan udara hasil karya Ykha, ilustrator Indonesia yang menjadi buah bibir di kalangan ilustrator lokal dan internasional.kbc6

Bagikan artikel ini: