Konsumsi es krim orang RI baru 0,6 liter, kalah dari Malaysia

Kamis, 23 November 2017 | 09:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen es krim PT Campina Ice Cream Industry menilai potensi pasar es krim di Indonesia masih cukup besar.

Hal ini terlihat dari data konsumsi es krim masyarakat Indonesia yang masih 0,6 liter per kapita per tahun atau masih dibawah negara tetangga seperti Malaysia, dan Singapura.

Direktur Penjualan PT Campina Ice Cream Industry Adji Andjono mengatakan, dengan kondisi tersebut, masih banyak peluang bagi perseroan untuk semakin masif membidik pasar domestik.

"Konsumsi baru 0,6 liter per kapita (per tahun) kami fokus di pasar dalam negeri saja itu sudah menjadikan suatu peluang untuk berkembang," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Dia menyebutkan, es krim di Singapura tercatat sebesar 5,36 liter per kapita per tahun dengan total populasi 5,6 juta jiwa. Sementara di Malaysia, konsumsi es krim per kapitanya sudah mencapai 2,07 liter dengan total penduduk 30 juta.

Kemudian konsumsi es krim di Thailand sebesar 0,85 liter per kapita dengan populasi 67 juta. "Dengan penduduk 250 juta dan jumlah penduduk (umur) di bawah 40 tahun itu sekitar 150 juta lebih, mestinya juga yang ada pemain es krim lain yang mau masuk ke Indonesia," paparnya.

Sekadar diketahui, PT Campina Ice Cream Industry melakukan penawaran umum saham perdana kepada publik sebanyak 885 juta lembar saham atau 15,04 persen melalui mekanisme initial public offering (IPO).

Saham bernominal Rp 100 itu akan ditawarkan kepada publik dengan kisaran harga penawaran Rp 310 sampai dengan Rp 400 per lembar saham.

Perseroan berpotensi meraih dana IPO Rp 350 miliar.  Jumlah tersebut merupakan hasil kalkulasi maksimal yaitu Rp 400 dikali 885 juta lembar saham.

Presiden Direktur PT Campina Ice Cream Industry, Samudera Prawirawidjaja mengungkapkan, seluruh dana yang diperoleh dari penawaran saham tersebut akan digunakan untuk pelunasan pokok utang perseroan dan modal kerja.

"Sebesar Rp 260 miliar akan digunakan untuk pelunasan pokok utang perseroan, dan sisanya akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja," kata Samudera. kbc10

Bagikan artikel ini: