Bakal dikenai bea masuk, seperti apa barang tak berwujud?

Selasa, 12 Desember 2017 | 08:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengenakan bea masuk terhadap barang tak berwujud atau intangible goods. Seperti apa sebenarnya barang yang dimaksud?

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi DJBC, Deny Surjantoro mengatakan, barang-barang tersebut seperti mulai dari e-book, software, musik, hingga film.

"Ya bisa jadi, film, e-book, ya seluruh barang yang baik penjualan atau pembelian yang intinya tidak konvensional yang melalui batas antar negara," kata Deny, Senin (11/12/2017).

Deny menuturkan, saat ini pihak pemerintah tengah mengusulkan sekaligus membahas hal tersebut dalam sidang World Trade Organization (WTO) yang tengah berlangsung di Argentina.

"Intinya kan ada moratorium dari WTO untuk seluruh negara, moratorium ini berakhir pada 2017, itu saja. Pada saat selesai itu masing-masing negara punya standing position karena digital goods ini menjadi pembicaraan hangat juga di WTO," tambah dia.

Meski demikian, lanjut Deny, pemerintah berharap dapat menerapkan kebijakan tersebut pada tahun depan, di mana aturannya tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). "Jadi kita sedang menyampaikan di forum itu mengenai standing position Indonesia seperti apa," ujar dia.

Lantas berapa tarif yang dikenakan? "Tarif normal, biaya masuk yang normal," kata dia.

Deny menjelaskan, dalam aturan yang ada, tarif bea masuk yang diterapkan beragam dan ditetapkan sesuai dengan jenis barang yang akan diimpor. Dengan begitu, maka tarif bea masuk terhadap barang tak berwujud ini akan disesuaikan.

Namun demikian, Deny memuturkan belum bisa memastikan tarif normal yang nantinya berlaku untuk barang intangible goods ini berada di level berapa.

"Di buku spesifikasi barang kan sudah ada tuh, saya belum tahu saya belum buka, kita juga mengenal bea masuk itu dari nol sampai 105% juga ada, saya belum lihat tuh tarif yang mana, harus dibuka satu per satu," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: