Hore, ada relaksasi impor bahan baku bagi IKM

Selasa, 2 Januari 2018 | 12:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan kebijakan relaksasi impor bagi industri kecil dan menengah (IKM).Kebijakan ini diharapkan akan mempermudah para pelaku IKM nasional dalam mendapatkan bahan baku untuk mendukung peningkatan kapasitas produksinya.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan selama ini IKM nasional kerap terkendala dalam finansial dan administrasi ketik melakukan impor secara langsung. Padahal bagi IKM produk impor mayoritas adalah berwujud bahan baku dan penolong. Demi memudahkan mereka, pemerintah bakal memberikan relaksasi tata niaga maupun kemudahan impor bahan baku.

Gati menjelaskan, relaksasi impor juga dimaksudkan untuk mendongkrak daya saing IKM nasional agar lebih kompetitif di kancah global. IKM akan diberikan kemudahan dalam pengadaan bahan baku impor dengan jenis dan jumlah sesuai kebutuhan serta sesuai kemampuan pembayaran dari para pelaku IKM.

"Kami meyakini upaya tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri nasional khususnya sektor IKM yang sekarang berjumlah sebanyak 4,4 unit usaha," kata Gati dalam keterangannya, Minggu (1/1/2017).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memberikan kemudahan bagi IKM dapat melakukan impor melaluiindentoratau Pusat Logistik Berikat (PLB). Barang-barang yang dikenakan pengecualian impor bagi IKM, antara lain komoditas barang modal tidak baru untuk kelompok 1B dengan pembatasan jumlah tertentu.

Selanjutnya, impor makanan dan minuman tidak termasuk kembang gula sampai dengan 500kg per pengiriman, obat tradisional dan suplemen kesehatan sampai dengan 500kg, elektronika maksimal 10 pieces, serta barang pribadi penumpang dan awak sarana pengangkut maksimal 10 pieces.

"Sebelumnya, pemenuhan kebutuhan impor bahan baku untuk IKM dilakukan melalui mekanisme impor berisiko tinggi. Hal ini terjadi karena saat itu IKM sulit memenuhi persyaratan administrasi tata niaga maupun kapasitas minimal impor bahan baku," papar Gati.

Sebagai informasi, IKM pun terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Ini terlihat dari capaian pada 2016 sebesar Rp 520 triliun atau meningkat 18,3% dibandingkan pada 2015. Sedangkan, nilai tambah IKM pada tahun 2014 sekitar Rp 373 triliun menjadi Rp 439 triliun pada 2015 atau naik 17,6%.kbc11

Bagikan artikel ini: