FILM : AVATAR

Jum'at, 18 Desember 2009 | 13:51 WIB ET

Antara Misi Penyelamatan dan Jatuh Cinta

AVATAR, namanya memang tak asing ditelinga kita, terutama anak-anak dan remaja. Mengingat lewat film kartunnya sudah acapkali diputar beberapa stasiun TV swasta di Indonesia. Kini, Avatar tampil di layar lebar. Tidak dalam bentuk kartun, tapi menggunakan teknologi 3D Dolby atau Real 3D. Hasil memang lebih hebat, lebih dahsyat, lebih nikmat untuk ditonton.

Kelebihan lain, ternyata masyarakat Indonesia mendapat kesempatan lebih dulu. Bukan hanya publik Indonesia gemar dengan sajian Avatar, namun penonton Indonesia memiliki gairah yang lebih dibandingkan dengan negara lain. Karena itu, Indonesia sangat diperhitungkan dan tak tanggung-tanggung, distributor 20th Century Fox mendapat 'penghargaan' untuk memutar film perdana bersamaan dengan diputarnya film Avatar di Amerika Serikat.

Film besutan sineas berotak encer dan kreatif, James Cameron memang selalu menghasilkan film-film yang berbobot, sebut saja TITANIC, GHOSTS OF THE ABYSS dan ALIENS OF THE DEEP dan kini memulai babak baru 3D yang digarap dengan menggunakan Studio Lightstorm Entertainment yang film terbilang cukup mahal ini hingga Rp4 Trilyun.

Selain itu, maestro film hollywood ini berhasil menata grafik yang menarik, mengekspos film yang memikat, visual yang bagus, cerita yang menawan, sehingga bagian akhir pun masih menyisakan 'kekuatan cerita' dan bukan hanya sekedar solusi akhir yang murni berisi adegan laga.

James sepertinya paham benar dan menempatkan teknologi pada tempat yang seharusnya. Visual efek terlihat sangat realistis terlebih pada ekspresi wajah bangsa Na'vi yang benar-benar mencerminkan emosi yang mereka rasakan saat itu. James mampu membangun sebuah dunia yang penuh imajinasi tanpa harus terjebak dengan eksploitasi CGI yang berlebihan.

Film yang dirilis dalam dua format sekaligus yakni 2D dan 3D format sangat memanjakan penonyon. Ada format layar lebarnya juga IMAX 3D yang bisa dinikmati di Teater IMAX Keong Emas. Memang, film ini memberikan sensasi dengan teknologi komputer web 2.0 dengan sistem cloud computing dan virtual digitalization.

Jake Sully (Sam Worthington), mantan marinir angkatan laut Amerika yang terluka dan cacat kedua kakinya akibat perang, terpilih untuk berpartisipasi dalam program Avatar. Jake tak menolak dengan tawaran itu, malah sesuai harapannya jika mengikuti program Avatar dan dikirim ke planet Pandora, Jake akan kembali bisa berjalan seperti sedia kala meski konsekuensinya Jake akan menggunakan 'tubuh baru'.

Jack pun menuju ke Pandora biosphere yang memiliki hutan Pandora dalam imajinasi sineas mengantarkan pada alam khayal penuh indah dan riil dengan berbagai jenis tumbuhan yang dapat mengeluarkan cahaya dengan berbagai makhluk hutan yang mirip monster kecil dan binatang-binatang yang belum pernah Anda jumpai sebelumnya.

Pandora ibarat sorga dan neraka. Sebagian indah dan sebagian menakutkan. Pandora juga rumah bagi suku Na’vi, makhluk yang mirip manusia dengan kehidupan primitif serta memiliki kemampuan seperti manusia.

Memang kepergian Jack tak sendiri, karena ditemani oleh seorang ilmuwan dan aktivis lingkungan Sigourney Weaver yang berperan sebagai Dr. Grace Augustine bersama dengan Trudy Chacon seorang prajurit yang membelot membela Jake Sully di saat genting yang diperankan oleh si seksi Michelle Rodriguez.

Ternyata di kawasan itu, sedang terjadi pertikaian dua kubu, bagi Jake kondisi ini memang tak menyenangkan. Di planet asing yang dihuni berbagai makhluk ini Jake yang semula berharap bisa memulai hidup baru malah terlibat masalah pelik yang mengharuskannya memilih pihak. Suku Na’vi memerintahkan para prajuritnya untuk melindungi negerinya dari ancaman.

Jake direkrut untuk menjadi bagian dari proyek ini. Karena manusia tidak dapat menghirup udara di negeri Pandora, maka mereka menciptakan makhluk-mirip-suku Na’vi yang mereka sebut sebagai Avatar. Di Pandora, dengan tubuh Avatar, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan Pandora, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanita muda Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldaña).

Seiring berjalannya waktu, Jake berbaur dengan suku Na’vi bahkan jatuh cinta kepada Neytiri. Berawal dari cinta inilah Jake lantas menghadapi dilema antara melanjutkan misinya mengeksplorasi Pandora atau membela kaum Na'vi melindungi Pandora.

Bagaimana misi Jake, bagaimana cinta Jake, apakah Avatar mampu musuhnya yang lebih kuat, lebih licik, lebih lihay?

Avatar menyelipkan pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai makhluk tuhan dari berbagai ras dan aliens pun harus tetap dihormati hak hidupnya serta menjaga kelestarian hutan karena bayangkan saja digambarkan ada pohon besar raksasa yang menjadi habitat dari para Avatar di negeri Pandora.

Avatar benar-benar lebih hebat dari perkiraaan yang menyajikan sesuatu mengerikan, menakutkan, namun justru film memberikan yang sebaliknya. Sebuah Film yang mengagumkan, sebuah film dengan kisah yang mengena, sebuah film yang tepoat ditonton di saat musim liburan di penghujung tahun 2009. Kbc10

Jenis Film : Action/animation

Produser : James Cameron, Jon Landau

Produksi : 20th Century Fox

Homepage : http://www.avatarmovie.com/

Durasi : 150 menit

Pemain : Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Michelle Rodriguez, Stephen Lang, Joel David Moore

Sutradara : James Cameron

Penulis : James Cameron

Bagikan artikel ini: