Jokowi ingin Bank Wakaf Mikro tak pungut bunga kredit

Jum'at, 19 Januari 2018 | 14:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo mendukung pengembangan UMKM lewat pembentukan Bank Wakaf Mikro. Apalagi, pengembangannya melalui OJK.

Dirinya mengatakan, banyak skema yang bisa dilakukan oleh perbankan untuk memberikan kredit kepada masyarakat. Seperti dengan cara tidak mengenakan bunga pinjaman perbankan tetapi hanya mengenal biaya administrasi.

"Ini tidak ada bunga, hanya kena admintrasi 3%. Itu bukan, biaya adminitras, karena biaya untuk industri keungan segitu," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara pertemuan tahunan industri di Hotel Ritz Carlton, Kamis (18/1/2018).

Dirinya mengatakan, Bank Wakaf Mikro harus diperbanyak lokasinya, apalagi, di lingkungan pondok pesantren yang memiliki komunitas bisnis.

"Saya sampaikan dengan Pak Wimboh buka kantor 5x5 gapapa saya datang. Di Cirebon saya datang, buka di lingkungan pesantren," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur industri perbankan dalam acara pertemuan tahunan industri keuangan. Menurut Jokowi, pihak perbankan. Terlalu sering untuk mengambil uang melalu Dana Pihak Ketiga.

Sedangkan untuk pemberian kredit, Presiden Jokowi menilai perbankan sangat sulit dalam mengeluarkan orang. Apalagi jika kredit tersebut yang mengajukan merupakan para pengusaha mikro. "Contoh di perbankan, jangan asik kumpulkan DPK tapi pemberian kredit susah," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menyentil industri perbankan karena banyak tebang pilih dalam menyalurkan kredit. Para masyarakat bawah atau pelaku UMKM, jarang terakses kredit perbankan, sedangkan perusahaan besar justru dengan mudahnya bisa diakses perbankan.

Sekali lagi jangan sampai indutri perbanka asik berikan DPK tapi kredit susah. Atau kredit bagus angka laporan tapi hanya ke debitur itu saja, orangnnya bisa dihitung. Tidak menyebar, tidak merat,ini harus mulai dilakukan menyebar dan merata," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: