Agresif garap pasar, kinerja BFI Finance di Yogyakarta moncer

Senin, 22 Januari 2018 | 07:55 WIB ET
Dari kiri ke kanan, Rifky Kurniawan (Area Manager 10B, Yogyakarta PT BFI Finance Tbk), Andrew Adiwijanto (Direktur Operasional dan SDM), Rachmadi (Regional Manajer 10, Jateng dan DIY)
Dari kiri ke kanan, Rifky Kurniawan (Area Manager 10B, Yogyakarta PT BFI Finance Tbk), Andrew Adiwijanto (Direktur Operasional dan SDM), Rachmadi (Regional Manajer 10, Jateng dan DIY)

YOGYAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Tbk membukukan kinerja menggembirakan di area Jawa Tengah dan Yogyakarta berkat penetrasi pasar yang cukup agresif untuk memperkenalkan beragam produk pembiayaan bagi masyarakat di daerah tersebut.

Direktur Operasional dan SDM BFI Finance Andrew Adiwijanto mengatakan, di Jateng dan DI Yogyakarta, BFI memiliki 22 cabang dan 10 gerai. Khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, BFI memiliki 3 outlet yang terdiri atas dua cabang dan satu gerai. Adapun jumlah nasabah di area Jateng per 2017 adalah 39.304 nasabah, sementara untuk area Yogyakarta sebesar 10.633 nasabah.

"Pasar kami di Yogyakarta terus tumbuh, bahkan cukup signifikan. Pertumbuhan kontrak di area Yogyakarta pada 2017 mencapai 46,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Target booking area Yogyakarta sebesar 438,8 Milyar dengan pencapaian per 31 Desember 2017 adalah 80,2 persen," papar Andrew di sela-sela pengundian program "Uber Milyaran" di Yogyakarta, Minggu (21/1/2018).

Adapun secara nasional, pada 2017, BFI membukukan total pertumbuhan pembiayaan 33,5 persen dengan nilai pembiayaan baru Rp14,3 triliun. Tahun ini, ditopang dengan produk yang beragam, jaringan luas, dan program untuk menjaga loyalitas pelanggan seperti UBER Milyaran, perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 20 persen dibanding capaian 2017.

"Tahun ini, kami juga akan memperluas pangsa pasar kami dengan membuka 40 outlet baru untuk semakin melengkapi jaringan yang sudah ada sejauh ini sebanyak 342 outlet yang terdiri atas 218 kantor cabang dan 124 gerai di seluruh Indonesia dengan kekuatan 9.000 SDM," papar Andrew. kbc9

Bagikan artikel ini: