Jadi mitra BPJS Kesehatan, Satoria Pharma tambah produksi cairan infus

Jum'at, 2 Februari 2018 | 23:59 WIB ET
Founder Satoria Group Alim Satria saat melakukan pemukulan gong dalam pembukaan National Sales Conference 2018 di Surabaya.
Founder Satoria Group Alim Satria saat melakukan pemukulan gong dalam pembukaan National Sales Conference 2018 di Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kebutuhan akan produk dan peralatan farmasi di Tanah AIr terus meningkat. Terlebih pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mendorong agar obat generik bisa lebih mudah terjangkau masyarakat.

Melihat peluang ini, PT Satoria Aneka Industri divisi Pharma yang merupakan salah satu anak perusahaan Satoria Group memastikan untuk menambah kapasitas produksi cairan infus dasar.

Presiden Direktur PT Satoria Aneka Industri, Alim Satria mengatakan, saat ini line produksi I di pabrik cairan infus dasar yang berlokasi di Desa Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur memiliki kapasitas produksi 50 juta botol per tahun.

"Kami bersyukur dan makin semangat untuk memperkuat penetrasi produk cairan infus karena telah masuk dalam daftar E-Catalogue LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa  Pemerintah) juga telah mengantongi Nomor Ijin Edar (NIE)," katanya kepada wartawan di kantor Satoria Group di Surabaya, Jumat (2/2/2018).

Dipaparkannya, saat ini kebutuhan cairan infus dasar di Indonesia sebesar 210 juta botol per tahun, dan diperkirakan pada tahun 2019 mendatang akan bertumbuh 25%. Oleh karena itu pihaknya menangkap peluang ini, apalagi selama ini kebutuhan akan cairan infus dasar masih dipenuhi oleh pemain yang masuk dalam penanaman modal asing (PMA).

"Bagi kami, memproduksi cairan infus dasar adalah panggilan jiwa sebagai anak bangsa ketika kebutuhan cairan infus meningkat namun tidak diimbangi oleh supply yang mencukupi, Kami juga mendapat mandat khusus dari Ibu Menteri Kesehatan agar industri nasional ikut berpartisipasi dalam memperkuat sektor kesehatan, karena sangat minim produk obat dan alat kesehatan lokal," jelas Alim Satria yang juga Founder Satoria Group ini.

Fasilitas produksi unit II di Satoria Pharma sendiri akan memiliki kapasitas terpasang sebanyak 75 juta botol per tahun, dan ditargetkan akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2019.

"Sehingga nantinya total kapasitas produksi Cairan Infus Dasar PT Satoria Aneka Industri sebesar 125 juta botol per tahun. Artinya kami akan menjadi pemain utama dan mampu menopang sekitar 60 persen kebutuhan cairan infus dalam negeri," ujar Alim Satria yang menyebut nilai investasi untuk penambahan fasilitas produksi unit II mencapai US$45 juta.

Selain menambah kapasitas produksi cairan infus dasar, PT Satoria Aneka Industri juga melakukan ekspansi guna memperkuat penetrasi di sektor industri kesehatan. Diantaranya dengan membangun fasilitas produksi cairan untuk menunjang pelayanan hemodialysa, powder mixed, dan mesin hemodialysa. Juga vacuum blood tubing system, pasien monitor, dan tubing line system. Untuk ekspansi ini, Satoria Group telah menyiapkan investasi sebesar US$18 juta.

"Awal tahun ini kami sudah mulai melakukan pembangunan dan diperkirakan bisa dipasarkan dalam satu hingga dua tahun ke depan, seiring dengan berjalannya program pemerintah, yakni Total Health Care Coverage," tukas Alim Satria.

Diakuinya, diperluasnya ragam produk yang dihasilkan Satoria Pharma tersebut tak lepas dari keinginan pihaknya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk atau peralatan farmasi impor.

"Diharapkan dengan sumbangsih ini, Satoria Group turut berkontribusi bagi pembangunan bangsa Indonesia untuk menuju Indonesia yang lebih sehat dan lebih maju, dan ini merupakan murni karya anak bangsa," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: