Kelola keuangan dengan amplop digital zaman now ala BTPN

Senin, 5 Februari 2018 | 10:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Zaman dahulu, orang memiliki cara pengelolaan keuangan dimana penghasilan yang dimiliki ditempatkan di berbagai amplop, ibarat pos-pos yang berbeda sesuai peruntukan pengeluarannya. Namun saat ini pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan adanya inovasi digital.

Digital Banking Value Proposition and Product Head PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk Irwan Sutjipto Tisnabudi menjelaskan, kebutuhan dan keinginan seseorang kian beragam.

"Mulai dari hal-hal mendasar seperti makanan, pakaian, traveling, hingga tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak dan tempat tinggal," kata Irwan, akhir pekan lalu.

Menurut Irwan, semua kebutuhan dan keinginan tersebut memiliki konsekuensi finansial. Dengan demikian, dibutuhkan pengelolaan finansial yang tepat.

Dengan latar belakang ini, BTPN menghadirkan Jenius, produk tabungan berbasis digital. Nasabah tak hanya bisa menabung, tapi juga mengatur limit kartu, blokir dan buka blokir kartu, serta manajemen keuangan dengan smartphone.

"Jenius menghadirkan berbagai fitur unik untuk mengelola keuangan penggunanya," jelas Irwan.

Ia menjelaskan, beberapa fitur di antaranya adalah In & Out, yakni nasabah dapat melihat, menelusuri, dan mengunduh sejarah transaksi, dan bisa menentukan filter berdasarkan tipe, kategori, rentang waktu, dan besarnya transaksi. Kemudian, ada pula Card Center yang memungkinkan pengguna memiliki 4 kartu debit fisik dan 1 e-card dengan limit dan batas transaksi masing-masing kartu yang dapat diatur sendiri.

"Fitur ini didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengguna untuk mengatur berbagai pengeluaran dengan mengalokasikan pengeluaran tersebut ke dalam beberapa kartu debit," tutur Irwan.

Ada pula fitur Save It, yang memungkinkan pengguna mengalokasikan dana tabungan dan kebutuhan sehari-hari. Fitur ini terbagi atas Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver.

Jenius diperuntukkan bagi nasabah berusia 17-50 tahun yang akrab dengan dunia digital alias digital savvy. Irwan menyatakan, saat ini Jenius telah memiliki 350.000 pengguna. kbc10

Bagikan artikel ini: