Mata uang digital pertama di Asia Tenggara resmi diluncurkan

Selasa, 6 Februari 2018 | 07:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan aplikasi pembayaran asal Singapura, SpherePay, resmi menggelar penawaran umum perdana (Initial Coin Offering/ICO) uang virtual yang dinamakan SAY.

SpherePay menjadi perusahaan pembayaran pertama di Asia Tenggara yang menerbitkan mata uang digital. Sebanyak 10 miliar token mata uang digital SAY mulai diperdagangkan platform itu, di mana sebanyak 40% di antaranya dilepas melalui skema ICO.

CEO SpherePay Joseph Chen menyatakan, cryptocurrency yang diterbitkan pihaknya telah menarik perhatian peminat dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Jepang dan AS.

“Selama periode pra-penjualan, SpherePay memperoleh berbagai permintaan. Kami meresponsnya secepat mungkin,” ujarnya dalam siaran pers.

SpherePay berambisi menjadikan platform mata uang virtualnya ditransaksikan di dunia nyata. Pengguna nantinya dapat melakukan pembelian barang menggunakan cryptocurrency SAY melalui mobile appsSpherePay.

“Salah satu tujuan kami adalah memecahkan masalah lama, yakni bagaimana membuat mata uang digital ini dapat dibelanjakan di dunia nyata,” tutur Chen.

Peminat dapat membeli token SAY dengan menukarkan token Ethereum lewat platform dompet digital seperti MyEtherWallet dan ImToken. Nilai tukar per token Ethereum terhadap SAY saat ini sebesar 1:80.000.

SpherePay dikembangkan perusahaan Singapura OPG Asia Pte Ltd. yang berdiri pada 2017. Perusahaan itu fokus mengembangkan layanan pembayaran elektronik yang kini mencatatkan sebanyak 5 juta pengguna dan layanannya terhubung dengan 10.000 mitra pedagang. kbc10

Bagikan artikel ini: