Optimisme konsumen Jatim di awal 2018 sedikit melandai

Rabu, 7 Februari 2018 | 21:55 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tingkat optimisme konsumen yang tercermin dari Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur Triwulan I–2018 diperkirakan mencapai sebesar 105,90,angka ini lebih rendah dibanding capaian Triwulan IV-2017. Kondisi ini berada di atas ITK Nasional yang diprediksi mencapai 101,35.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan bahwa dari data enam tahun terakhir, pola pergerakan ITK dari Triwulan IV ke Triwulan I selalu menfalamu fluktuasi. Dan di awal tahun ini, ITK Jatim diperkirakanencapai 105,90. Besaran ITK tersebut didasarkan atas perkiraan indeks pendapatan rumah tangga mendatang sebesar 112,81 dan indeks rencana pembelian barang tahan lama sebesar 93,77,” ujar Teguh di Surabaya Rabu (7/2/2018).

Walaupun cenderung melandai, tetapi dari perkiraan indeks pendapatan mendatang, tampak bahwa masyarakat Jawa Timur masih optimis dengan pendapatannya. Bonus Akhir Tahun dan Kenaikan UMP sebesar 8,71 persen (lebih tinggi dibanding inflasi tahun kalender).

Dengan perkiraan teraebut, maka ITK Provinsi Jawa Timur pada Triwulan I–2018 yang mencapai 105,90 tersebut menempati posisi ketiga dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa. Posisi pertama tetap diduduki DI Yogyakarta yang mencapai 116,20, disusul Banten sebesar 111,58. Terendah diperkirakan terjadi di Jawa Tengah dengan ITK sebesar 101,22. DKI Jakarta yang biasanya mempunyai ITK tertinggi, pada periode ini diperkirakan mempunyai tingkat optimisme sebesar 100,69.

Sementara ITK Jawa Timur pada Triwulan IV-2017 tercatat sebesar 107,76 artinya kondisi ekonomi konsumen relatif lebih baik dibanding Triwulan III-2017. Namun demikian, tingkat optimismenya tidak sekuat Triwulan III–2017 yang mencapai 110,52, atau melambat sebesar 2,76 poin. ITK Jawa Timur pada Triwulan IV–2017 ini lebih tinggi daripada Nasional yang mencapai 107,00.

Sementara, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa, ITK Triwulan IV–2017 Jawa Timur menempati posisi keempat. Posisi pertama diduduki oleh DI Yogyakarta sebesar 115,18. Sedangkan Jabar pada periode ini menempati posisi terakhir dengan ITK sebesar 105,43.kbc6

Bagikan artikel ini: