Mercedes-Benz terpental dari anggota Gaikindo, ada apa?

Minggu, 18 Februari 2018 | 17:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) secara resmi mengeluarkan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) dari keanggotaan, per 15 Februari 2018 lalu. Gaikindo beralasan, agen pemegang merek (APM) kendaraan Mercedes-Benz di Indonesia ini tidak menyerahkan laporan penjualan sejak Mei 2017.

Langkah ini ditempuh Gaikindo setelah tidak menemukan kata sepakat dengan Mercedes-Benz Distribution Indonesia terkait soal laporan penjualan. Padahal sebelumnya Mercedes-Benz berjanji untuk memberikan laporan dan data penjualannya ke website Kementerian Perindustrian.

Namun laporan penjualan tersebut tidak pernah disampaikan, hingga  akhirnya Gaikindo memutuskan langkah tegas dengan mengirimkan surat resmi pernyataan mengeluarkan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia dari keanggotaan Gaikindo.

Dari data yang disampaikan Gaikindo, Mercedes-Benz Indonesia sudah mangkir dari kewajibannya untuk melaporkan data penjualan sejak bulan Mei 2017.

“Pengumpulan data laporan penjualan kendaraan adalah mandat dari Pemerintah Republik Indonesia lewat Keputusan Menteri Keuangan PMK No.79/2013. Dan penerima mandat tersebut adalah Gaikindo,” kata Sekjen Gaikindo, Kukuh Kumara, Jumat (16/2/2018).

Akibatnya, baik Gaikindo maupun MBDI mendapat teguran dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto. “Gaikindo atau MBDI mendapat teguran dari Dirjen Pajak mengenai hal ini,” tutur Jongkie.

Menurut Jongkie, bukan pertama kali merek mobil Jerman ini melanggar aturan. “Beberapa tahun lalu Mercedes-Benz juga pernah melakukan hal serupa sampai mendapat peringatan dari Kementerian Perindustrian. Akhirnya mereka patuh. Tapi kali ini mereka ulangi lagi, dan tidak mau menyampaikan data-data tersebut,” tambahnya.

Data penjualan tersebut, tambah Jongkie  dibutuhkan banyak pihak, terutama bagi anggota Gaikindo yang juga sama-sama pemain di industri otomotif. Sifatnya wajib agar semua anggota bisa melihat dan mempergunakan data-data tersebut untuk keperluan analisa pasar dan sebagainya. kbc10

Bagikan artikel ini: