Beli pesawat tempur Sukhoi, pemerintah bakal bayar pakai karet hingga kerupuk

Selasa, 20 Februari 2018 | 16:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, rencana barter pesawat Sukhoi Rusia dengan hasil komoditas Indonesia telah ada titik terang.

Pasalnya, perjanjian pembelian 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia seharga US$1,14 milar atau Rp 15,3 triliun (kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500) telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Rusia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, pembayaran Sukhoi tersebut setengahnya akan dilakukan dengan skema imbal beli.

Dalam hal ini, Pemerintah Rusia akan membeli komoditas yang ditawarkan dengan nilai setengah dari pembelian Sukhoi tersebut.

"Jadi sudah ada kepastian. Saat ini, kami sedang menyusun kesepakatan imbal belinya. Dan mereka harus membeli komoditas yang ditawarkan senilai 570 juta dollar AS atau Rp 7,69 triliun (kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500)," ujar Oke di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Meski demikian, Oke enggan menyebutkan komoditas apa saja yang nantinya masuk dalam kesepakatan imbal beli Sukhoi Rusia. Akan tetapi, penyusunan kesepakan tersebut akan selesai pada akhir Februari ini.

Seperti diketahui, dalam rencana barter, beberapa komoditas telah mencuat ke publik, mulai dari karet hingga kerupuk telah ditawarkan pemerintah ke Rusia.

"Nanti belum (komoditas). Kita sudah tawarkan komoditas ekspor supaya mereka (Rusia) beli, tetapi, kan, kita melihat kebutuhan mereka. Pokoknya, dalam waktu dekat, harus segera, dalam bulan ini harus selesai," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: