Gaji kalah tinggi dibanding pegawai Indomaret, bankir unjuk rasa

Kamis, 1 Maret 2018 | 13:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Puluhan pegawai bank yang tergabung dalam Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (SP Perbankan) berkumpul di Kantor Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Jakarta Pusat untuk melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini dilakukan menyusul informasi bahwa gaji pegawai Indomaret lebih tinggi dari pegawai bank.

Ratusan massa gabungan SP Perbankan menggelar aksi menuntut kenaikan Upah Minimum Sektoral (UMS) perbankan bertajuk Apel Akbar, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/3/2018) hari ini.

Ketua Umum Serikat Pekerja PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Abdoel Mujib mengatakan fokus tuntutan mereka dalam aksi tersebut adalah kenaikan UMS sebesar 30 persen. Aksi ini akan diikuti 16 serikat pekerja perbankan dari Jakarta dan sekitarnya.

Abdoel mengatakan, aksi ini merupakan peringatan terutama bagi Dewan Pengupahan untuk menaikkan upah para pegawai bank. "Jangan sampai kami melakukan pendekatan mogok (kerja) seperti buruh pabrik karena akan menimbulkan resiko sistemik atau efek domino yang menyebabkan seluruh perusahaan terdampak," kata Abdoel kepada Tempo di lokasi sebelum demo.

Abdoel kemudian membandingkan upah yang selama ini diperoleh pegawai bank dengan pegawai retail. Di Kota Depok, UMS pekerja di industri jasa perbankan bersama dengan jasa perdagangan diputuskan mendapatkan upah Rp 3,69 juta per bulan. Upah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan gaji pekerja di sektor pasar modern, supermarket, dan hypermarket, yang ditetapkan Rp 3,98 juta per bulan

Abdoel juga menunjukkan data parameter keuangan yang membandingkan kontribusi pekerja perbankan dengan pegawai retail. Berdasarkan data dari www.sahamonline.id, kontribusi rugi atau laba perusahaan perbankan dan keuangan mencapai 27,53 persen. Sementara, kontribusi perusahaan retail hanya sebesar 0,34 persen.

Abdoel juga menggarisbawahi besarnya sumbangan perusahaan sektor keuangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, sektor keuangan berkontribusi hingga 17 persen dibandingkan sektor perdagangan besar dan eceran yang hanya mencapai 9 persen.

" Artinya (upah) para pekerja di perbankan sudah sangat miris. Padahal kualifikasi, pendidikan, kompetensi, dan resiko yang dihadapi kami lebih besar dari pekerja retail, " ucap Abdoel.

Rencananya, aksi ini akan diawali dengan long march menuju Balai Kota DKI Jakarta mulai pukul 10.00 WIB. Abdoel mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mengonfimasi bahwa dirinya akan menemui para massa terkait tuntutan kenaikan upah tersebut. Meski begitu, kata Abdoel, dirinya telah menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang membahas soal upah itu.

"Belum ada arah (upah akan dinaikkan), tapi Bang Sandi sudah berjanji akan mem-follow up, " kata Abdoel.

Sekitar 400 massa yang tergabung dalam Jarkom SP Perbankan akan mengikuti aksi ini. Di antaranya dari 16 jaringan pekerja perbankan, yakni Bank Danamon, Permata, Maybank Syariah, Ganesha, QNB Qatar, SBI, Shinhan, Maybank Perjuangan, NISP OCBC, CIMB Niaga, MNC, Citibank, Bank Oke Indonesia, dan UOB Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: