Impor truk bekas dihentikan

Kamis, 1 Maret 2018 | 19:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghentikan impor truk bekas guna menggenjot pertumbuhan industri kendaraan dalam negeri melalui regulasi. Regulasi tersebut mengatur mengenai skema importasi Completely Knock Down (CKD) dan Incompletely Knock Down (IKD) dan berlaku pada Desember 2017 lalu.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34 tahun 2017 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.

"Kami akan hentikan impor truk bekas untuk mendukung perkembangan industri truk, bus dan kendaraan niaga lainnya di Indonesia," katanya, dalam pameran GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 di Senayan JCC, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Menurutnya larangan impor truk bekas akan lebih mendorong investasi dan produksi kendaraan bermotor, termasuk kendaraan komersial. Apalagi, industri kendaraan komersial di Tanah Air telah memiliki kapasitas produksi mencapai 200 ribu unit per tahun.

"Pada 2017 produksi bus dan truk mencapai 93 ribu unit dengan penjualan sebanyak 89 ribu unit, naik cukup pesat dibandingkan dengan di 2016 untuk produksi dan penjualannya sebesar 70 ribu unit," tutur dia.

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengapresiasi komitmen pemerintah untuk tidak memberikan izin impor truk bekas. Pasalnya impor truk bekas akan mematikan bisnis industri otomotif.

"Kemampuan produksi truk di Indonesia sudah di atas 200 ribu per tahun. Sekarang penjualannya mencapai 80 ribuan per tahunnya," tuturnya.

Menurutnya, Kemenperin telah melarang impor truk dengan tidak memberikan izin kepada perusahaan yang mengajukan impor. Akan tetapi masih ada truk impor bekas hasil selundupan. "Sampai sejauh ini tidak ada yang resmi, Kemenperin menutup izin impor," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: