Laba bersih PTPP tumbuh 50% tembus Rp1,72 triliun di 2017

Senin, 12 Maret 2018 | 21:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), mengumumkan hasil kinerja keuangan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2017 yang telah diaudit.

Beragam proyek terutama proyek-proyek infrastruktur mendorong pendapatan perseroan untuk dapat menembus angka Rp 21,5 triliun di 2017. Pencapaian besar ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 31 persen secara year-on-year bila dibandingkan pencapaian sebesar Rp 16,5 triliun yang diraih di 2016.

Perseroan meraih laba kotor dan laba usaha sebesar masing-masing Rp 3,25 triliun dan Rp 2,52 triliun yang mencerminkan pertumbuhan yang solid sebesar 32 persen dan 29 persen secara year-on-year. Dengan demikian, marjin laba kotor dan marjin laba usaha masing-masing terjaga di level 15 persen dan 12 persen.

"Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,72 triliun atau berhasil tumbuh 50 persen secara year-on-year dibandingkan Rp 1,14 triliun di 2016. Kami bersyukur atas pencapaian kinerja perseroan yang solid selama tahun 2017," ujar Presiden Direktur PTPP, Tumiyana, dalam keterangan resminya, Senin (12/3/2018).

Per 31 Desember 2017, PTPP memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 9,3 triliun, total utang berbunga (interest-bearing debts) sebesar Rp 8,9 triliun, ekuitas sebesar Rp 14,2 triliun dan total aset sebesar Rp 41,7 triliun.

Posisi keuangan ini mencerminkan gearing ratio sebesar 0,6 kali dan net gearing ratio sebesar -0,05 kali, serta interest-bearing debts-to-asset sebesar 0,2 kali. Rasio-rasio tersebut yang mencerminkan kualitas kesehatan keuangan serta kapasitas keuangan Perseroan yang sangat besar.

"Perseroan berupaya menjaga pondasi keuangan tetap kokoh, sehingga struktur modal yang kuat ini akan menjadi landasan bagi pertumbuhan perusahaan yang berkesinambungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham," ujar Tumiyana.

"Kapasitas keuangan yang besar memberikan PTPP kesempatan untuk dapat berpartisipasi di proyek-proyek yang berskala besar, bahkan menciptakan proyek investasi sendiri untuk menciptakan recurring income bagi Perseroan di tahun-tahun mendatang," lanjut Tumiyana.

PTPP membukukan arus kas operasi positif sebesar Rp 1,4 triliun, atau tumbuh sebesar 48 persen dibandingkan dengan Rp 986 miliar di tahun 2016. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan.

"Di tengah tantangan dan persaingan industri konstruksi yang kian kompetitif di tanah air, PTPP tidak hanya mampu mendeliver kinerja yang tumbuh pesat, namun juga pertumbuhan yang berkualitas dengan pondasi keuangan yang kokoh dan arus kas yang terjaga sehat," kata Tumiyana. kbc10

Bagikan artikel ini: