Petugas Bandara Juanda lakukan simulasi pemadaman kebakaran pesawat

Sabtu, 17 Maret 2018 | 15:04 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Satuan tugas yang ada di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur mensimulasikan pelaksanaan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-95 sebagai langkah untuk mengantisipasi kegawatdaruratan di bandara setempatpada petang hingga malam hari.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura 1, Wendo Asrul Rose, Kamis mengatakan, kegiatan sini dilakukan untuk melihat bagaimana kesiapan anggota dalam menanggulangi kegawatdaruratan yang terjadi dilingkungan bandara.

"Dari simulasi tersebut akan terlihat bagaimana kesiapan anggota di lapangan, bagaimana mereka berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti dari Basarnas, rumah sakit, kepolisian, TNI AL dan juga dari instansi internal lainnya pada petang atau malam hari. Pada simulasi - simulasi sebelumnya, biasanya dilakukan pada pagi atau siang hari. Nah kali ini bagaimana penanganannya apabila terjadi pada malam hari," katanya melalui siaran persnya, Jumat (16/3/2018).

Seluruh stakeholder yang terlibat, lanjutnya, berjumlah ratusan. "Latihan ini melibatkan 646 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee, yang berasal dari Angkasa Pura I, TNI/Polri, Jihandak dan Kopaska, Perum LPPNPI, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan rumah sakit serta puskesmas sekitar, DVI Polda Jatim, SAR Surabaya, Kantor Imigrasi Surabaya, Kantor Bea Cukai Juanda, tim pemadam kebakaran, serta kru maskapai dan groundhandling," ucapnya.

Bahkan pada simulasi ini ada hampir seluruh perwakilan bandara di Indonesia, terutama dilingkungan PT Angkasa Pura I. Mereka juga ikut menyaksikan sehingga nantinya dapat diterapkan pada lingkungan kerjanya.

Latihan yang digelar di Bandara Juanda ini merupakan simulasi berskala besar (full scale exercise) berkonsep "one day three exercise". Selain latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise), dilakukan pula latihan terkait penanganan kebakaran gedung (fire building exercise) dan latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan (aviation security exercise).

 "Kejadian darurat dapat terjadi kapan pun juga. Latihan PKD kali ini dilaksanakan pada malam hari guna melatih kesigapan para personel serta kesiapan peralatan pendukung untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando, serta sinkronisasi antarunit dan instansi sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan Document), Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme Document), serta Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di bandara," katanya.

Menurut Wendo, latihan PKD Dirgantara Raharja ke-95 di Bandara Juanda merupakan latihan yang pertama dari tujuh latihan PKD yang rencananya akan digelar oleh Angkasa Pura I di tahun 2018 ini. Di samping ketiga latihan inti tadi, dalam kesempatan ini juga dilakukan simulasi skenario penanganan pascakejadian, meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters meeters dan penanganan terhadap media (media handling).

"Diharapkan melalui latihan ini, masing-masing stakeholder di Bandara Juanda ini dapat menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing dalam rangka penanggulangan keadaan darurat penerbangan," katanya.

Dari tiga simulasi tersebut ( Kebakaran Gedung, penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan serta kecelakaan pesawat ), kata dia, yang terakhir disimulasikan kecelakaan pesawat terbang pada malam hari. Hal itu digambarkan sebuah pesawat Peacock Air dengan kode penerbangan JBL-095 tujuan Hongkong mengalami kecelakaan di Bandara Juanda Surabaya.

Ia menjelaskan, pesawat yang membawa 210 orang penumpang dan 11 kru itu tiba-tiba mangalami pecah ban sebelum mengudara. Akibatnya, pesawat kemudian swing ke kiri dan terhempas di sekitar pond timur Bandara Juanda. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim evakuasi, dilaporkan 30 orang meninggal dunia, 52 orang luka berat, 69 orang luka sedang, dan 70 orang luka ringan.

"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama karena terkait dengan keselamatan jiwa manusia. Untuk itulah latihan semacam ini dilakukan," tambah General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo. kbc10

Bagikan artikel ini: