Ada insentif pajak bagi industri yang mau kembangkan vokasi

Kamis, 5 April 2018 | 14:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong agar perusahaan bisa menerima insentif pajak, salah satunya melalui kegiatan riset dan pengembangan serta vokasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, pemerintah memutuskan memberi insentif pajak dalam rangka meningkatkan investasi, di mana salah satunya diperuntukkan bagi perusahaan yang melakukan riset dan pengembangan serta vokasi.

"Kalau vokasi, bisa macam-macam. Bisa bikin sendiri pelatihannya, tapi menerima peserta dari luar. Pengeluarannya termasuk yang bisa mendapatkan insentif," kata Darmin di kantornya, Rabu (4/4/2018).

Darmin menuturkan, selain melaksanakan pelatihan langsung dari perusahaan, bisa juga bekerja sama dengan SMK dan balai-balai pelatihan tenaga kerja yang diadakan oleh pemerintah. Bentuk sumbangsih dari perusahaan, salah satunya dengan mengirimkan ahli sebagai tenaga pengajar di sana.

Selain berkontribusi dengan mengirim pengajar, perusahaan yang dapat menerima insentif pajak juga bisa dengan menyumbang peralatan maupun sarana pendukung kegiatan vokasi di SMK dan balai pelatihan. Perusahaan yang hendak menyumbangkan dalam bentuk uang juga akan diperhitungkan untuk menerima insentif pajak.

"Itu akan diperhitungkan senilai uang yang disumbangkan itu. Artinya, itu akan dipakai untuk mengurangi pajaknya dia, nilainya itu," tutur Darmin.

Selain insentif pajak untuk perusahaan yang bergerak di riset dan pengembangan serta vokasi, pemerintah juga masih menggodok bentuk insentif pajak lain berupa tax holiday, tax allowance, dan pajak UMKM. Semua wujud insentif pajak tersebut ditargetkan rampung dan diberlakukan dalam waktu dekat. kbc10

Bagikan artikel ini: