Krisis tenaga kerja ahli ancam RI, ini yang harus dilakukan perusahaan

Jum'at, 4 Mei 2018 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Studi global talent Cruch Korn Ferry memprediksikan, Indonesia akan mengalami perlambatan pertumbuhan. Hal ini akan diakibatkan oleh kurangnya tenaga kerja ahli pada tahun 2030.

Managing director Korn Ferry Hay Group Indonesia Sylvano Damanik mengatakan, dampak dari perlambatan pertumbuhan tersebut akan berdampak besar pada sektor manufaktur.

Selain itu, dampak kekurangan tenaga kerja ahli pada sektor layanan finansial dan bisnis pada 2030 berpotensi berujung kepada pendapatan tahunan yang tidak terelasisasi sebesar US$ 9,1 miliar, pada sektor teknologi, media dan telekomunikasi sebesar US$ 21,8 miliar, sektor manufaktur US$ 42 miliar.

Menurutnya, kekurangan tenaga kerja ahli ini akan terjadi dalam jumlah besar dan akan dialami oleh banyak perusahaan di seluruh dunia.

Di kawasan regional saja, krisis tenaga ahli akan menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut, jika tidak di atasi hal ini akan memberikan dampak yang sangat besar di negara-negara kawasan Asia Pasifik dalam tahun 2030.

Menurutnya jika tidak di atasi akan berdampak pada pertumbuhan dan akan mengalami kekurangan tenaga kerja sebanyak lebih dari 12,3 juta orang pada tahun 2020, dan akan terus meningkat menjadi 47 juta orang.

Sehingga berpotensi akan berujung pada pendapatan yang tidak akan terealisasi sebesar US$ 4,238 triliun di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2030.

“Perusahaan harus melakukan mitigasi potensi krisis tenaga kerja ahli mulai dari sekarang untuk melindungi masa depan,” ujarnya dalam risetnya, Kamis (3/5/2018).

Studi ini dilakukan di 20 negara yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian, terutama pada tiga sektor industri yang menjadi penggerak utama perekonomian global yakni finansial, teknologi, media dan telekomunikasi, serta manufaktur.

Studi ini dilakukan di beberapa negara, di mana Indonesia memiliki populasi penduduk yang paling banyak keempat di dunia. kbc10

Bagikan artikel ini: