BPS: Nilai tukar petani naik 0,05 persen

Senin, 2 Juli 2018 | 16:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juni 2018 sebesar 102,04 atau naik 0,05% dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

Kenaikan ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,36%, lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,3%.Untuk diketahui, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Namun, untuk bulan ini kenaikan NTP hanya terjadi di empat subsektor saja. Empat subsektor yang dimaksud yaitu subsektor tanaman pangan yang meningkat 0,09%, hortikultura naik 0,01%, peternakan 0,74%, dan subsektor perikanan naik 0,68%.

Sementara subsektor perkebunan rakyat turun 0,78%. Penurunan ini karena penurunan indeks harga yang diterima petani. Padahal indeks harga yang dibayar petani meningkat. "Komoditas yang mempengaruhi kelapa sawit yang turun harganya, kakao, kopi, dan cengkeh," kata Kepala BPS Suhariyanto, kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Direktur Statistik Harga BPS Yunita Rusanti menambahkan kenaikan NTP, terutama NTP tanaman pangan disebabkan indeks yang diterima petani lebih tinggi karena dipengaruhi oleh kenaikan harga-harga sejumlah komoditas, seperti beras, ubi jalar, dan ubi kayu. "Sedangkan indeks yang dibayar petani dipengaruhi oleh inflasi pedesaan yang rendah, sebesar 0,33%," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: