Jadi pioner pengembangan apartemen bebas narkoba, PP Properti diganjar penghargaan HANI 2018

Jum'at, 13 Juli 2018 | 15:37 WIB ET
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat bersalaman saat menerima Penghargaan HANI 2018 dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat bersalaman saat menerima Penghargaan HANI 2018 dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Indonesia yang dinilai telah pada kondisi darurat narkoba tentu membuat kita prihatin. Oleh karenanya, perang melawan narkoba bukan hanya tugas negara tetapi juga seluruh elemen. Semua memiliki kesempatan dan peluang untuk memberikan sumbangsih kepada negara. Salah satunya adalah pengembang properti.

Sepeti yang dilakukan PT PP Properti Tbk (PPRO) yang telah menerapkan konsep apartemen bebas narkoba pada produk-produk apartemen yang dikembangkan. Proyek yang sudah dan akan dikembangkan yakni di kawasan Depok, Serpong, Semarang, Malang dan kota-kota lain di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk ikut melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Tak heran, langkah PP Properti itu rupanya mendapat penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada puncak perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).

"Kami ciptakan lingkungan bersih narkoba melalui kebijakan Zero Narkoba bagi penghuni di seluruh proyek PPRO," papar Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/7/2018).

Ditegaskannya, sebagai pengembang, PPRO turut serta dalam membantu BNN mencegah dan memberantas narkoba terutama di lingkungan apartemen. Produk-produk apartemen PPRO yang membidik segmen mahasiswa dibangun dengan konsep bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Ini merupakan upaya kecil kami yang Inshaa Allah menjadi sumbangsih besar guna menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba," jelasTaufik.

Taufik menambahkan, perseroan ingin menjadi pionir sebagai apartemen mahasiswa pertama di Indonesia yang peduli dengan pencegahan narkoba.

“Sejak menerapkan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan mensosialisasikan program-program BNN di apartemen-apartemen yang kami kembangkan seperti di Depok (Evenciio), Serpong (The Ayoma), Semarang (The Alton) dan Malang (Begawan)angka penjualannya meningkat karena konsep ini sangat diminatioleh konsumen terutama para orang tua baik unit yang ditempati sendiri untuk putra-putrinyamaupun untuk disewakan,” ungkap Taufik.

Apartemen Evenciio Margonda, Depok salah satu apartemen besutan PPRO yang menerapkan konsep bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menurut Septavianto, Project DirectorEvenciio Margonda PPRO saat ini dalam progres pembangunan struktur podium dan direncanakan Topping Off pada kuartal I tahun 2019.

Karena target pasarnya mahasiswa, Evenciio Margonda dijadikan PPRO proyek percontohan apartemen pertama yang peduli pencegahan narkoba. "Ada sistem keamanan terpadu, personel keamanan yang paham ciri-ciri pecandu narkoba, dan ada sistem yang bisa memonitor dan mencegah terjadinya transaksi narkoba di lingkungan apartemen. Untuk pengawasan, setiap menara Evenciio Margonda akan dilengkapi unit CCTV," kata Septavianto.

“Pemasaran unit Evenciio Margonda mencapai 70%, apartemen pertama di Indonesia bahkan mungkin juga di dunia yang menerapkan konsep bebas narkoba ini direncanakan diserahterimakan pada penghuni awal tahun 2020,” ujar Septavianto. kbc7

Bagikan artikel ini: