Atraksi seni dari 12 negara ramaikan hari jadi CitraLand Surabaya ke-25

Minggu, 15 Juli 2018 | 08:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masyarakat Surabaya dan sekitar bakal mendapat suguhan atraksi seni yang luar biasa selama bulan Juli ini. Adalah pengembang grup Ciputra, CitraLand Surabaya yang kembali bakal menggelar pertunjukan spektakuler melalui even CitraLand Superfest 2018.

Ini merupakan pertunjukan kreasi seni dari sejumlah daerah di Indonesia dan budaya negara-negara di dunia. Total ada 12 negara dengan peserta lebih dari 244 orang, yang beratraksi di GWalk Stage, CitraLand Surabaya pada 14-21 Juli 2018.

General Manager CitraLand Surabaya, Lauw Hendra menuturkan, acara yang sekaligus untuk merayakan HUT ke-25 CitraLand Surabaya itu adalah perhelatan tahunan. Ratusan delegasi budaya dari 12 negara dan daerah di Indonesia akan menampilkan berbagai perkusi, tari dan kesenian budaya.

“Ini adalah Superfest ke-11 sejak digelar 2007 itu. Beragam hiburan dan kompetisi sudah dipersiapkan, antara lain percussion performance, dance performance, international star guest dan photo competition,” katanya di sela pembukaan CitraLand Superfest 2018, Sabtu (14/7/2018).

Dipaparkannya, perhelatan akbar ini dibuka pada Sabtu (14/7/2018) sore dengan atraksi CitraLand Barong Festival. Dengan tabuhan musik etnik, mereka melakukan parade di sepanjang jalan pusat kuliner GWalk CitraLand.

Setelah itu, dilanjutkan dengan art performance dari Mandala Trio yang digawangi Jamal Muhammad dkk, dan perkusi Madura. “Ada juga kesenian tradisional dari Blitar yang tampil dan berkolaborasi,” katanya.

Adapun event ini berlanjut pada Selasa (17/7/2018) nanti, dimana CitraLand bekerjasama dengan Pemkot Surabaya menggelar Surabaya Cross Culture.

Pada event ini, seluruh peserta lintas budaya akan mempromosikan budaya dengan musik dan tarian, tak terkecuali dari 12 negara. Pertunjukan seni itu di antaranya dari Tiongkok, Korea, Bulgaria, Meksiko, Rusia dan Polandia.

“Kesenian dan budaya dari luar negeri itu akan dipadukan dengan kesenian dari Bone, NTT,” terangnya.

Puncak acara sekaligus penutupan pada 21 Juli akan diramaikan dengan GWalk Percussion Festival. Sejumlah kelompok perkusi dari beberapa kota di Indonesia akan tampil bergantian di event ini.

Tak hanya gelaran atraksi budaya, menandai hari jadinya sebulan lalu, CitraLand Surabaya juga membenahi infrastruktur di semua titik, sesuai konsep Living in a Clean, Green and Modern International City.

“Ada juga beberapa kompetisi seperti lomba foto Instagram, lomba jingle dan vlog berhadiah Rp 100 jutaan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam art performance di GWalk, kelompok Mandala Trio bakal mempertunjukkan musik perkusi selama 30 menit. Digawangi Jamal Muhammad (eks Sting), Anello Capuano (Italia), dan Tomoka kato, mereka membawakan tiga lagu yakni Jedeli, Karslimah, dan Leylet el hob.

Menurut Jamal, alat musik yang dipakai adalah flute, alat pukul dan petik dengan karakter musik Bohemian dan Mesir.

“Ini pertama kali kami ke Surabaya. Di event ini, kami akan menggunakan ritme musik dari Turki bernama Kazama. Ini akan dipadukan dalam musik perkusi yang kami pakai,” ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: