Sosialisasi Asian Games bergema saat nobar Piala Dunia di Banyuwangi

Senin, 16 Juli 2018 | 09:22 WIB ET

BANYU‎WANGI, kabarbisnis.com: Acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2018 di Mal Pelayanan Publik, Banyuwangi, disisipi dengan sosialisasi Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

“Kita, rakyat Indonesia, harus bangga Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asian Games. Kita harus semarakkan event ini, karena bukan semata-mata ajang olahraga, tapi juga kebanggaan negeri, menggerakkan ekonomi rakyat, serta menunjukkan kekayaan destinasi alam dan budaya kita ke publik dunia,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu malam (15/7/2018).

Asian Games 2018 digelar 18 Agustus-2 Juli di Jakarta, Palembang, dan Jabar. Ajang ini diikuti 16.000 atlet dan ofisial, jumlah terbesar sepanjang sejarah Asian Games. Ini untuk kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games setelah tahun 1962. 

“Bung Karno ketika itu menyebut olahraga sebagai bagian dari nation building. Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV yang digagas Bung Karno juga digunakan pada Asian Games XVIII tahun 2018 ini, dengan kerja keras perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang digerakkan pemerintahan Pak Jokowi. Jadi ini suatu kebangaan tersendiri,” ujar Anas.

Banyuwangi sendiri bakal menjadi daerah yang dilintasi pawai obor Asian Games pada 21-22 Juli mendatang. Obor itu bahkan akan dibawa ke Kawah Ijen yang memiliki fenomena alam eksotik berupa api biru (blue flame) yang cuma ada dua di dunia.

Sementara itu, suasana nobar final Piala Dunia di Banyuwangi berlangsung meriah. Dalam laga Prancis melawan Kroasia yang berhasil dimenangkan Prancis itu, sorak-sorai penonton silih berganti terjadi saat tim idolanya menyerang.

Menurut Anas, capaian Kroasia di Piala Dunia 2018 patut diapresiasi. Dengan jumlah penduduk ‎sekitar 4 juta, Kroasiamenembus partai final. Bahkan perjalanan Kroasia menuju final juga meyakinkan dengan mengalahkan sejumlah negara dengan tradisi sepak bola yang lebih kuat.

"Apa yang dicapai Kroasia sangat menginspirasi. Kroasia hanya kurang beruntung saja, karena sebenarnya mereka menguasai jalannya pertandingan,” ujar Anas.

Bagikan artikel ini: