BPJS Kesehatan ultah ke-50, ini perjalanan inspiratifnya

Senin, 16 Juli 2018 | 17:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: BPJS Kesehatan telah menapaki usia ke-50 tahun, sebuah perjalanan panjang bagi sebuah institusi pemerintah di Tanah Air.

Selama 50 tahun, BPJS Kesehatan ini telah tumbuh dan berkembang, dimulai dari Badan Penyelenggaran Dana Pemeliharan Kesehatan (BPDPK) di tahun 1968, kemudian berevolusi menjadi Perum Husada Bhakti di tahun 1984, di tahun 1992 berubah menjadi PT ASKES (Persero) dan bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan di tahun 2014 bersama membangun kesehatan penduduk Indonesia.

“Ulang tahun ke-50 sering kita dengar dengan istilah ulang tahun emas atau golden anniversary. Semua ragam perubahan, termasuk perubahan bentuk organisasi telah dilewati institusi ini dengan segala warna-warninya. Ulang tahun emas merupakan wujud kematangan, dalam hal ini organisasi telah wajib hukumnya berada dalam performa yang kuat, khususnya dalam melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)," ucap Handaryo selaku Deputi Direksi Wilayah Jawa Timur, Minggu (15/7/2018).

Dia menjelaskan, periode awal persiapan lahirnya BPJS Kesehatan di tahun 2012-2013 kita kenal dengan masa transformasi. Untuk periode 2014-2015 dikenal sebagai masa transisi. Periode 2016-2021, saya melihatnya sebagai masa pembenahan infrastruktur atau fixing the infrastructure phase. 

Sehingga masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar-dasar yang lebih kuat bagi keberlanjutan program. Karena pada saat ini kami telah melakukan pembenahan berbagai infra struktur, mulai dari penerapan close payment, Verifikasi Digital Klaim (Vedika), Mobile-JKN, dan lainnya.

Di tahun kelima BPJS Kesehatan mengelola Program JKN-KIS, sejak beroperasi pada 1 Januari 2014 hingga akhir tahun 2017, hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia terhadap pelaksanaan program JKN-KIS, dijelaskan bahwa dukungan sebagai upaya pemerataan ekonomi yang berkeadilan sangat berdampak positif program ini terhadap perekonomian Indonesia.

Untuk total kontribusi program JKN-KIS pada tahun 2016 mencapai Rp152,2 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat sangat tajam pada tahun 2021 menjadi Rp289 triliun. Dengan angka harapan hidup  sebesar 2,9 tahun serta berkontribusi sebesar 0,84 persen dari PDB Indonesia. Secara nasional, jumlah kepesertaan JKN-KIS sebanyak 133,42 juta jiwa dan terus meningkat hingga per 31 Desember 2017 mencapai 187,98 juta jiwa dan akhir Mei 2018 mencapai 198,19 juta jiwa. untuk pemanfaatan JKN-KIS sebesar 223,4 juta kunjungan sampai dengan akhir tahun 2017.

Sementara di Kedeputian Wilayah Jawa Timur, dari total penduduk di Jawa Timur sebesar 40,9 juta jiwa dengan 38 Kabupaten/Kota semunya sudah mengintegrasikan ke dalam Program JKN-KIS atau Jamkesda. Untuk capaian kepesertaannya baru mencapai 25,6 juta jiwa atau 63 persen, BPJS KesehBatan untuk total kerja sama di Faskes Tingkat Pertama 2585 dengan rincian 965 puskesmas, 701 Dokter Praktik Perorangan, 576 Klinik Non Rawat Inap, 125 Klinik Rawat Inap, serta 219 Dokter Gigi. Sementara itu ditingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 313 RS dan Klinik Utama, serta 450 Apotik dan 193 Optik. kbc1

Bagikan artikel ini: