Demi lindungi merek, Burberry hancurkan produk senilai US$37 juta

Senin, 23 Juli 2018 | 08:31 WIB ET

LONDON, kabarbisnis.com: Merek fashion mewah asal Inggris Burberry menghancurkan hasil produksi mereka senilai lebih dari 37 juta dollar AS atau sekitar Rp 536,5 miliar tahun 2017 lalu. Hal ini memicu kekhawatiran adanya praktik pemborosan bagi kalangan retailer kelas atas.

DIlansir dari FoxBusiness, Burberry mengungkapkan dalam laporan keuangan tahunan mereka, bahwa produk yang dihancurkan termasuk lebih dari 13 juta dollar AS produk-produk kecantikan.

Sebagai informasi, Burberry sendiri dalam 5 tahun terakhir telah menghancurkan produk mereka sendiri yang berjumlah hingga 118 juta dollar AS.

Penghancuran produk yang tak terjual ini lazim dilakukan oleh peritel mode untuk melindungi kekayaan intelektual merek mereka dari para pemalsu mode. Namun, banyak kritikus yang menilai praktik tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan serta dapat membebani perusahaan.

Burberry pun dalam sebuah pernyataan mengklaim telah melakukan penghancuran kelebihan produk dengan cara yang ramah lingkungan.

"Burberry memiliki proses yang sangat berhati-hati dalam rangka meminimalisir jumlah produk sisa kami," sebut juru bicara Burberry.

Pihak Burberry juga mengatakan terus berusaha untuk mengurangi serta meninjau ulang tiap kali harus melakukan pembuangan atau penghancuran produk yang tidak berhasil terjual. Burberry juga telah membangun kemitraan untuk dapat mencapai tujuan mengurangi limbah di tahun 2022 mendatang. kbc10

Bagikan artikel ini: