Kemenperin dorong peningkatan konsumsi semen nasional

Senin, 23 Juli 2018 | 21:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan konsumsi semen di pasar domestik melalui beberapa peluang proyek yang sedang berjalan, terutama yang dicanangkan oleh pemerintah. Misalnya, program pembangunan sektor infrastruktur, properti, dan manufaktur.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pihaknya berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya. “Sehingga utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan,” kata Airlangga Hartarto  dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Langkah lainnya, Kemperin mengarahkan kepada industri-industri di dalam negeri yang menggunakan bahan baku clinker, diharapkan dapat menyerap dari produksi lokal. Upaya ini guna mengurangi impor produk serupa. “Mekanisme yang kita bisa lakukan selanjutnya adalah dengan bea masuk anti dumping (BMAD) apabila kita melihat ada impor yang meningkat dan harga lebih murah dari domestik,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah  menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang. “Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” imbuhnya.

Saat ini pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan. Diproyeksikan, kapasitas produksi industri semen di dalam negeri mencapai 100 juta ton, sementara konsumsi sekitar 60 juta ton hingga 68 juta ton. “Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang over supply. Begitu ada permintaan meningkat, mereka berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi, sehingga over kapasitas," jelas Menperin.

Dengan kondisi tersebut, Airlangga menambahkan pihaknya juga akan mendorong industri semen di dalam negeri untuk mengambil peluang pasar ekspor. “Meskipun kalau ekspor itu return-nya akan lebih rendah, tetapi akan kami dorong. Seperti kita ketahui, sekarang di Vietnam posisinya juga sama, over supply karena Indonesia sendiri punya pabrik di Vietnam,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: